GROBOGAN,iNewsMuria.id - Pemerintah melakukan langkah nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional. Kali ini, fokus utama diarahkan pada komoditas kedelai.
Pemerintah bersama berbagai pihak melalui peluncuran Gerakan Tanam Kedelai di Desa Jatiharjo, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa (3/11/2026).
Kegiatan mempercepat peningkatan produksi kedelai di tingkat nasional tersebut dipimpin langsung Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Alim Setiawan Slamet bersama jajaran di Desa Jatiharjo.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Grobogan Setyo Hadi, Danrem 074 Warastatrama Kolonel Inf M Arry Yudistira, Kapolres Grobogan AKBP Endhie Pratama, Dandim Grobogan di wakili Pasiter Mayor Inf Jumar.
Juga hadir Kepala BBRMP Jawa Tengah, Kepala Distanbum Jawa Tengah, Dekan Fakultas Teknalogi Pertanian, Universilas Gadjah Mada, Kepala Dispertan Grobogan Wakid Mutowal dan Kepala OPD.
Wamentan Alim Setiawan Slamet (kanan), Bupati Grobogan, Danrem 074 Warastratama, Kepala Dispertan tanam kedelai di Desa Jatiharjo, Pulokulon. (Foto: Dok Pendim 0717 Grobogan)
Peningkatan produksi kedelai ini dilakukan karena sebagian besar warga mengonsumsi tahu dan tempe setiap hari, yang notabene bersumber dari kedelai.
Tingginya tingkat konsumsi tersebut membuat kebutuhan kedelai nasional melonjak tajam setiap tahunnya. Sehingga menjadi tantangan bagi sektor pertanian di Indonesia untuk memenuhinya.
Namun, kenyataannya saat ini pasokan kedelai dalam negeri masih belum mampu mencukupi seluruh kebutuhan pasar, sehingga Indonesia harus impor dalam jumlah yang sangat besar.
Menurut Wamentan Alim Setiawan Selamat, berdasarkan data terkini, volume impor kedelai pada tahun ini tercatat mencapai sekitar 2,5 juta ton.
Di mana lanjut Wamentan, realisasinya hingga bulan ini sudah sekitar 1,9 juta ton. Angka yang masif ini menjadi pengingat penting akan perlunya langkah intervensi yang cepat dan terukur
“Berdasarkan arahan langsung dari Presiden dan Menteri Pertanian, berbagai langkah strategis digencarkan untuk menekan angka impor secara bertahap,” kata Wamentan Alim Setiawan.
Tujuannya jelas: mendongkrak produktivitas lokal agar Indonesia tidak terus-menerus bergantung pada pasokan kedelai impor dari negara lain.
Kabupaten Grobogan dipilih sebagai lokasi memulai gerakan besar ini sambung Wamentan, karena rekam jejaknya. Dimana Grobogan telah lama dikenal sebagai sentra kedelai andalan di Indonesia.
“Wilayah ini memiliki sejarah panjang dalam budidaya kedelai dengan tingkat produktivitas yang terbukti lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional,” ujar Wamentan.
Potensi alam dan pengalaman para petani lokal inilah yang menjadikan Grobogan sebagai titik awal yang paling ideal untuk memimpin kebangkitan kedelai nasional.
Tidak tanggung-tanggung, dalam program percepatan ini, pemerintah menetapkan target luas tanam seluas 50 ribu hektar pada tahun ini.
Tentunya dengan dukungan varietas unggul dan pengelolaan lahan yang lebih baik, sehingga produktivitas serta hasil panen yang optimal dapat segera dirasakan oleh para petani.
Dalam kesempatan tersebut Wamentan bersama Bupati dan Danrem menyerahkan bantuan secara simbolis berupa Benih Padi, benih kedelai, benih Jagung, serta bantuan pupuk.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
