Tekan Angka Kecelakaan, Polres Grobogan Gelar Operasi Patuh Candi 2026 Selama Dua Minggu

Arif Fajar
Kapolres Grobogan AKBP AKBP Endhie Pratama menyematkan tanda petugas Operasi Patuh Candi 2026, Senin (26/10/2026).(Foto: Dok Polres Grobogan)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Polres Grobogan resmi menggelar Operasi Patuh Candi 2026 yang dimulai pada Senin (26/10/2026). Operasi kepolisian di bidang lalu lintas ini akan berlangsung selama 14 hari ke depan hingga 8 November 2026, dengan mengusung tema "Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan".

​Langkah strategis ini diambil menyusul tren peningkatan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Grobogan yang menjadi perhatian serius pihak kepolisian.

​Berdasarkan data yang dirilis Polres Grobogan, situasi lalu lintas di lapangan memerlukan perhatian ekstra dari seluruh elemen masyarakat. Meningkatnya mobilitas warga, pertumbuhan jumlah kendaraan, serta aktivitas angkutan barang yang padat di jalur-jalur utama seperti Purwodadi, Gubug, dan Wirosari menuntut kesadaran berlalu lintas yang lebih tinggi.

Data ​dari kepolisian, pada tahun 2024: Tercatat 1.148 kejadian kecelakaan.
​Tahun 2025: Meningkat 9,58 persen menjadi 1.258 kejadian.
​1 Januari – 15 Oktober 2026: Sudah mencapai 1.311 kejadian (naik 4,29 persen dibandingkan total tahun sebelumnya).

​Dari ribuan kasus tersebut, tercatat sebanyak 155 orang meninggal dunia dan 1.441 orang mengalami luka-luka. Data ini menjadi pengingat bahwa kelalaian di jalan raya dapat berakibat fatal bagi diri sendiri maupun keluarga tercinta.

​Kapolres Grobogan, AKBP Endhie Pratama, menegaskan bahwa Operasi Patuh Candi 2026 bukan sekadar penindakan, melainkan upaya kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

​"Operasi ini harus kita maknai sebagai upaya menyelamatkan nyawa. Penindakan yang tegas dan terukur terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan merupakan bagian dari tanggung jawab kita untuk melindungi masyarakat," ujar AKBP Endhie Pratama.

​Dalam pelaksan Operasi Patuh Candi 2026, lanjut Kapolres Grobogan, petugas yang di lapangan diminta mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan humanis. Sosialisasi keselamatan akan diarahkan secara luas kepada pelajar dan remaja, komunitas pengemudi dan pengemudi ojek daring (online).

​Meski demikian, petugas tetap akan bertindak tegas terhadap pelanggaran kasat mata yang berisiko tinggi memicu kecelakaan fatal, seperti, melawan arus lalu lintas.​Tidak menggunakan helm standar, memacu kendaraan secara berbahaya di jalur-jalur rawan.

​Selain ketertiban berlalu lintas, Polres Grobogan juga mengingatkan para pengguna jalan untuk mewaspadai perubahan cuaca. Memasuki musim hujan, jalanan yang licin serta jarak pandang yang berkurang menuntut kewaspadaan ekstra dari pengendara.

​Polres Grobogan mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan hal-hal berikut demi keselamatan. Yakni mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman berkendara.​Memastikan kondisi kendaraan selalu dalam keadaan layak jalan.

Selain itu sambung Kapolres, mematuhi rambu-rambu dan marka jalan. ​Menggunakan helm SNI bagi pengendara motor dan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil.​Tidak menggunakan telepon genggam (HP) saat berkendara, serta tidak memaksakan berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk.

​Melalui Operasi Patuh Candi 2026, Polres Grobogan berharap kesadaran dan budaya tertib berlalu lintas dapat tumbuh secara berkelanjutan dari kesadaran diri sendiri, baik saat ada petugas maupun ketika berkendara secara mandiri.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network