GROBOGAN,iNewsMuria.id - Warga Dusun Tompe, Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, mendadak digemparkan oleh insiden kebakaran yang melanda salah satu rumah warga pada Minggu (25/10/2026). Meski tidak ada korban jiwa, namun kerugian material yang ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat adanya kepulan asap tebal membubung dari arah rumah korban. Menyadari ada bahaya mengintai, warga dengan sigap berteriak meminta pertolongan dan memberitahukan kejadian tersebut kepada warga lainnya.
Saat musibah itu terjadi, pemilik rumah bernama Kamsih (67) diketahui sedang tidak berada di tempat. Korban tengah berkunjung ke rumah saudaranya yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggalnya, sehingga ia terhindar dari bahaya langsung.
Mendengar teriakan warga, puluhan orang langsung berdatangan ke lokasi kejadian. Dengan mengandalkan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu bergotong royong menyiram dan memadamkan api agar tidak merambat ke rumah-rumah tetangga di sekitarnya.
Tidak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk membantu proses penanganan. Berkat kesigapan warga dan petugas pemadam, amukan si jago merah akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya.
Berdasarkan data di lapangan, rumah yang hangus terbakar tersebut memiliki ukuran sekitar 5 x 8 meter. Bangunan ini didominasi oleh material kayu, mulai dari konstruksi utama, dinding papan, hingga lantainya, sementara bagian atasnya menggunakan penutup atap genteng.
Kondisi bangunan yang terbuat dari bahan-bahan mudah terbakar diduga menjadi penyebab utama mengapa api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian rumah dalam waktu singkat.
Kapolsek Tegowanu, AKP Duddy Lukman Prabowo, mengungkapkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, pihak kepolisian menduga kuat bahwa sumber api berasal dari area kamar rumah korban didugq akibat adanya korsleting (hubungan arus pendek) listrik.
"Api kemudian merambat ke dinding bangunan yang terbuat dari papan kayu hingga akhirnya membakar rumah korban," ujar AKP Duddy Lukman Prabowo.
Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, Kamsih harus menanggung kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp12 juta akibat kerusakan parah pada tempat tinggalnya.
Menanggapi insiden ini, Kapolsek Tegowanu mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan di rumah masing-masing. Warga diminta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, terlebih pada rumah-rumah berkonstruksi kayu atau yang instalasinya sudah berusia tua.
"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah. Hindari beban listrik berlebihan, serta segera minta bantuan petugas yang kompeten apabila ditemukan tanda-tanda gangguan listrik. Hal ini guna mencegah kejadian kebakaran dan meminimalkan kerugian," tandasnya.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
