GROBOGAN, iNewsMuria.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat untuk mewaspadai potensi penularan penyakit campak selama momen Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Himbauan dari Dinkes Grobogan tersebut mempertimbangkan tingginya mobilitas masyarakat dan tradisi silaturahmi yang bisa menjadi faktor risiko utama penyebaran penyaki campak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan balita.
Kepala Dinas Kesehatan Grobogan dr Djatmiko, mengungkapkan bahwa pihaknya hingga Senin (23/3/2026), telah mendeteksi sejumlah kasus yang menunjukkan gejala menyerupai campak dalam beberapa hari terakhir.
"Kami sudah mengambil sampel dari pasien tersebut dan kita kirim ke laboratorium di Yogyakarta untuk memastikan diagnosisnya. Mengingat momentum Lebaran ini mobilitas sangat tinggi, kami meminta orang tua lebih waspada," ujar dr Djatmiko.
Menurutnya masyarakat perlu mengenali tanda-tanda awal penyakit campak agar penanganan bisa dilakukan secara cepat. Gejala yang paling umum meliputi, demam tinggi, mata merah dan ruam kulit di area wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
"Sebaiknya orang tua tidak meremehkan gejala tersebut. Jangan menunggu kondisi anak menjadi parah. Jika muncul gejala tersebut, segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat," tegasnya.
Selain kewaspadaan saat berinteraksi, Kepala Dinkes Grobogan menekankan bahwa imunisasi lengkap adalah benteng pertahanan utama bagi anak. Di tengah suasana Lebaran, masyarakat juga diminta tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Dikatakan dr Djatmiko ada eberapa poin utama yang perlu diperhatikan, seperti orang tua sebaiknya membatasi kontak fisik anak atau balita dengan orang yang kondisi kesehatannya tidak diketahui pasti.
"Rutin mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas. Mengindari kontak dengan orang yang sedang sakit dan menjaga daya tahan tubuy melalui asupan nutrisi yang baik merupakan upaya mencegah tertular campak," tambahnya.
Dengan peningkatan kewaspadaan ini, dr Djatmiko berharap masyarakat Grobogan dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan sehat, sekaligus mencegah terjadinya lonjakan kasus penyakit menular di Grobogan.(*)
Editor : Arif F
Artikel Terkait
