GROBOGAN,iNewsMuria.id - Jumlah korban dugaan keracunan MBG di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terus bertambah. Data terakhir jumlah korban yang terdaftar mencapai 658 orang.
"Data yang terdaftar hingga Sabtu (10/1/2026) malam mencapai 658 orang yang terdampak setelah menyantap MBG," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan dr Djatmiko, Minggu (11/1/2026).
Kendati demikian, menurut Kepala Dinkes Grobogan dr Djatmiko jumlah korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dinamis. Karena ada yang pulang namun ada juga yang datang dirawat.
Korban dugaan keracunan MBG di Kecamatan Gubug terus bertambah, karena dari laporan awal Camat Gubug Bambang Supriyadi pada Sabtu (10/1/2026), yang mengalami sakit mencapai 452 orang.
Korban dugaan keracunan MBG tersebut dikatakan dr Djatmiko, saat ini menjalani perawatan di RSUD Getas Pendowo, RSUD R Soedjati Purwodadi, Puskesmas Kedungjati, Puskesmas Karangrayung dan Puskesmas Gubug.
Selain itu, lanjut Kepala Dinkes Grobogan, ada juga santri yang diduga menjadi korban keracunan setelah menyantap MBG yang diinfus di Ponpes Miftahul Huda Ngroto, Kecamatan Gubug.
"Terus kita pantau, ketika gejala keracunan semakin parah agar tidak dehidrasi dan gangguan pencernaan maka dirujuk ke rumah sakit atau Puskesmas," ungkap dr Djatmiko.
Kendati demikian sambungnya, secara umum kondisi pasien dugaan keracunan MBG sudah mulai membaik. Namun guna mencegah hal tidak diinginkan, tetap dilakukan pemantauan.
Kecurigaan para siswa, santri, guru dan wali murid mengalami keracunan, menurut dr Djatmiko, karena setelah mereka menyantap menu MBG pada Jumat mengalami gejala keracunan, seperti mual dan muntah.
"Kami bersama Puskesmas, Satgas MBG telah melakukan pemetaan dan pertolongan pertama. Termasuk rujukan untuk mereka yang mengalami dehidrasi dan kecurigaan gangguan pencernaan," tambahnya.
Selain itu, dikatakan dr Djatmiko, Dinkes Grobogan telah mendatangi dapur SPPG untuk mengambil sampel MBG yang disajikan pada Jumat (9/1/2026).
Sampel Makan Bergizi Gratis yang disajikan dapur SPPG berupa nasi kuning, telur dadar, tempe orek, abon, kemudian ada juga timun dan selada diambil pada Sabtu (10/1/2026).
"Selanjutnya sampel MBG tersebut akan kita kirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jateng pada Senin (12/1/2026)," tandas Kepala Dinkes Grobogan.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
