Dia memastikan pemerintah menyiapkan anggaran sesuai kebutuhan penanganan bencana. Pemkab Jepara akan mengoptimalkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), dukungan CSR, serta bantuan dari masyarakat.
“Tahun ini kita punya anggaran sekitar Rp5 miliar. Saya rasa cukup untuk membiayai kebutuhan penanganan saat ini,” jelasnya.
Akses menuju Tempur kini dapat dilalui sepeda motor dan pengiriman logistik sudah kembali berjalan. Dapur umum tersedia untuk membantu warga Tempur dan Damarwulan. Kebutuhan kesehatan dan obat-obatan juga tercukupi.
Selain penanganan warga, Pemkab Jepara juga melakukan peninjauan sungai yang mengalami luapan dan sedimentasi. Beberapa di antaranya akan diusulkan penanganan melalui BBWS, sementara sebagian ditangani langsung daerah.
“Pak Sekda dan Dinas PUPR dalam minggu ini akan ke Jakarta untuk komunikasi percepatan recovery agar banjir segera surut,” tambahnya.
Saat ini, lanjut Bupati, Dinas PUPR tengah menghitung kerusakan infrastruktur yang terdampak. Untuk area persawahan yang terendam, pemerintah memprioritaskan percepatan pengeringan agar lahan pertanian dapat segera terselamatkan.
"Kita fokus mempercepat pemulihan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak ditangani dengan maksimal," tandasnya. (*)
Editor : Arif F
Artikel Terkait
