Rebutan Bedak dan Air Tape di Tradisi Asrah Batin Grobogan, Dipercaya Bikin Awet Muda

Arif Fajar
Tradisi Asrah Batin melibatkan warga Desa Karanglangu dan Desa Ngombak, Kecamatan Kedungjati, Grobogan.(Ist)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Sebuah tradisi turun-temurun yang telah berlangsung selama ratusan tahun yakni Asrah Batin menarik ribuan warga dari dua desa di di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan.

Apalagi ada keyakinan tradisi yang digelar dua tahun sekali di tahun genap ini diyakini masyarakat setempat dapat membawa berkah, membuat awet muda, serta menjauhkan diri dari berbagai penyakit.

Maka tak mengherankan warga dua desa tetangga, yakni Desa Karanglangu dan Desa Ngombak di Kecamatan Kedungjati rela berdesakan saat tradisi tersebut digelar pada Minggu (12/7/2026).

Sehingga ribuan warga dari dua desa tersebut rela berdesakan demi memperebutkan bedak dan air tape dalam tradisi Asrah Batin, yang diyakini membawa berkah dan membuat awet muda.

Mereka pun langsung memadati halaman rumah Kepala Desa Ngombak setelah prosesi ritual adat selesai dilaksanakan demi mendapatkan bedak dan air tape tersebut.

Warga Desa Karanglangu, Farida dan Liawati, mengaku sangat senang dengan tradisi Asrah Batin. Mereka pun mempercayai khasiat dari media ritual yang diperebutkan tersebut.

"Seru, ikut rebutan bedak yang katanya bikin awet muda, sedangkan air tapenya bisa menyembuhkan atau menghilangkan penyakit," ujar Farida dan Liawati kepada wartawan.

Kepala Desa Karanglangu, Agus Slamet, menjelaskan tradisi Asrah Batun menceritakan kisah pertemuan dua saudara kandung yang telah lama terpisah sejak kecil, yaitu Kedono dan Kedini.

"Ketika beranjak dewasa, keduanya tidak sengaja bertemu dan saling jatuh cinta hingga berniat melangsungkan pernikahan. Namun, pernikahan tersebut gagal total setelah mereka mengetahui bahwa mereka adalah saudara kandung yang terpisah lama," ungkap Agus Slamet.

Prosesi ritual ini dimulai dengan rombongan Desa Karanglangu, yang merepresentasikan Raden Kedono (saudara tua). Dipimpin oleh kepala desa, ribuan warga Karanglangu berjalan menuju Sungai Tuntang untuk menyeberang menggunakan perahu tradisional.

Di seberang sungai, kedatangan mereka telah dinanti oleh warga Desa Ngombak beserta kepala desanya, yang merepresentasikan Kedini (saudara muda).  Tradisi ini sebagai bentuk napak tilas sejarah masa lalu.

Hingga saat ini, tradisi Asrah Batin terus dilestarikan bukan sekadar ritual musiman, melainkan sebagai perekat tali silaturahmi dan kerukunan antarwarga kedua desa.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network