Tarik Ulur Antara Warga dan Pemerintah Desa Cingkrong Soal Pembangunan Kopdes Merah Putih

Arif Fajar
Warga mendatangi Balai Desa Cingkrong untuk menolak pembangunan Kopdes Merah putih di atas bangunan Madrasah Diniyah, Jumat (2/1/2026) sore. (Istimewa)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Penolakan rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, dilakukan warga setempat.

Pasalnya, lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih tersebut direncanakan di bangunan Madrasah Diniyah (Madin) yang telah berdiri lebih dari empat dekade dan hingga kini masih aktif digunakan.

Tarik ulur terjadi antara warga dengan Pemerintah Desa Cingkrong. Karena Kades Cingkrong Jasmi mengatakan, pihaknya telah mendirikan bangunan pengganti Madin yang akan digunakan untuk Kopdes Merah Putih.

Sementara penolakan warga yang kemudian bertemu dengan Kades Cingkrong dan perangkatnya di Balai Desa Cingkrong, Jumat (2/1/2026) sore, dilandasi bahwa Madin bagian penting bagi pendidikan agama.

Seperti diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat Desa Cingkrong, Wajoyo, yang menilai Madrasah Diniyah tidak semestinya digusur. Karena menjadi tempat pendidikan anak-anak desa setempat selama lebih dari 40 tahun.

“Karena lokasinya berdekatan dengan masjid atau musholla, utamanya Madin, itu kan untuk masyarakat, tidak boleh dibongkar. Bangunan Madin itu sudah lama, lebih dari empat puluh tahun sudah ada dan belum pernah diperbaiki,” ujar Wajoyo.

Kendati warga bersikukuh menolak rencana pembangunan Kopdes Merah Putih di bangunan Madin, namun belum ada keputusan, rencana akan dibahas dalam musyawarah desa khusus (musdesus) ulang.

Sementara Kades Cingkrong, Jasmi, mengatakan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih sangat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan perekonomian warga. 

Hanya saja, lanjutnya, masih ada kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait rencana itu. Sehingga nanti akan dilaksanakan Musdes lagi melibatkan perwakilan masyarakat.

“Ketua koperasi menginginkan lokasi yang strategis supaya ekonomi bisa berjalan. Karena ini menyangkut perekonomian, tentu membutuhkan akses yang mudah dan berada di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sebenarnya, menurut Jasmi, saat ini sudah dibangunkan gedung baru pertama untuk Madin, rencananya akan dilanjutkan jika Kopdes Merah Putih jadi dibangun di lokasi Madin lama.

"Namun jika ada penolakan, maka terpaksa sambung Kades Jasmi, pembangunan Madin belum bisa dilanjutkan," ujar Jasmi.

Meski demikian, Jasmi memastikan pembangunan KDMP tidak akan dilanjutkan sebelum tercapai kesepakatan bersama dengan warga.(*)

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network