Mengajar dari Kisah Wayang
Sebelumnya, berkat R. Mohammad Kholil seorang tokoh Muhammadiyah di Cilacap Soediman bisa mengajar di HIS Cilacap. Dan kesempatan itu tidak disia-siakan olehnya.
Soedirman adalah guru yang tidak hanya membantu memandu peserta didiknya saja, menjelaskan pengalaman mengajar dengan saksama dan mencari solusi bagaimana agar tidak monoton dan membuat siswa merasa bosan.
Dalam buku karya Sardiman, Dosen Sejarah UIN Sunan Kalijaga, Guru Bangsa: Sebuah Biografi Jenderal Soedriman (2008)ia menulis bahwa Soedirman berhasil menarik perhatian muridnya ketika mengajar di depan kelas dengan cara menarik yakni mengambil kisah-kisah wayang untuk diceritakan kepada murid- muridnya.
Sementara itu, tertulis pulapengakuan Marsidik salah satu murid Soedirman di HIS Muhammadiyah, “Dulu Pak Soedirman kalau mengajar tidak monoton, selain menceritakkan kisah-kisah wayang, kadang sambil bercanda dan berbincang tentang agama dan diselingi dengan nasionalismesehingga murid-murid merasa cepat bosan,” mengutip dari buku Soedirman: Riwayat Hidup, Perjuangan dan Kisah Cinta Sang Jenderal (2017).
Soedirman memutuskan berhenti menjadi seorang guru pada tahun 1943, panggilan nasionalisme menggetarkan hati untuk berjuang dalam kemerdekaan Republik Indonesia hingga kemudian menjadi tokoh besar dan pada Juni 1947, diangkat menjadi Panglima Tinggi TNI yakni Jenderal Soedirman.
Editor : Achmad Fakhrudin
Artikel Terkait