Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Laskar Petir Persipur Purwodadi Siap Luncurkan Skuad dan Jersey Baru Awal November 2026
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Penjual Bakso Keliling Ericka Ramadhan Atlet Gulat Grobogan Peraih Emas Porprov Jateng 2026

Minggu, 08 November 2026 | 10:45 WIB
  • author Arif Fajar
Kisah Penjual Bakso Keliling Ericka Ramadhan Atlet Gulat Grobogan Peraih Emas Porprov Jateng 2026
Ericka Ramadhan pegulat Grobogan yang juga penjual bakso keliling saat meraih emas di Porprov Jateng 2026. (Foto: Istimewa)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Siapa sangka, pria yang sehari-hari ramah menyapa pembeli bakso di depan Pasar hingga Terminal Sulursari, Kecamatan Gabus, adalah seorang atlet tangguh berprestasi. 

Ericka Ramadhan (28), seorang penjual bakso keliling beranak satu, berhasil membuktikan bahwa keterbatasan dan kesibukan bukan penghalang untuk meraih prestasi tertinggi.

Ericka sukses mencetak rekor dengan mempertahankan medali emas secara berturut-turut untuk Kabupaten Grobogan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah pada 2023 dan 2026. 

Perjuangannya merebut gelar juara di kelas 130 kg gaya Greco Roman di ajang Porprov Jateng 2023 dan 2026 ini dipenuhi kisah dedikasi yang menginspirasi.

Perjalanan karier gulat Ericka dimulai pada tahun 2016 saat ia masih mengenyam pendidikan di kelas 3 SMK Taruna Kradenan. 


Ericka peraih emas cabor gulat untuk Grobogan di Porprov Jateng 2026 saat jualan bakso keliling.(Foto: Istimewa)

 

Guru olahraganya, Riko, melihat potensi besar dari postur tubuh Ericka yang bongsor dan mengajaknya berlatih gulat di Purwodadi.

”Awalnya diajak Pak Riko karena melihat badan saya besar. Setelah beberapa hari diajak dan diantar latihan, berikutnya saya berangkat latihan sendiri,” kenang Ericka.

Perjuangan awal tidaklah mudah. Tinggal di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Ericka harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju tempat latihan di Purwodadi sebanyak 4 kali seminggu.

Demi bisa menuntut ilmu gulat, ia konsisten menyisihkan uang sakunya. Dari uang saku sekolah sebesar Rp10 ribu per hari, separuhnya yakni Rp5 ribu ia tabung khusus untuk membeli bensin.

Setelah berkeluarga, Ericka menggantungkan hidupnya dari gerobak motor bakso keliling. Rutinitasnya dipenuhi aktivitas meracik dan melayani pelanggan. 

Mengenai pola makan harian, Ericka mengaku tidak memiliki pantangan khusus bahkan sering mengemil bakso buatannya sendiri.

”Cara menjaga berat badan ya makan apa adanya. Pas belum menikah dimasakin orang tua, kalau sekarang sudah menikah gantian dimasakin istri. Makannya bebas, tidak ada pantangan,” jelasnya.

Namun, kedisiplinan ekstra baru dimulai ketika memasuki masa Training Centre (TC) dua bulan menjelang kejuaraan. Porsi latihannya melonjak dari 4 kali menjadi 6 hari seminggu. 

Di masa inilah tantangan terberat datang. Berat badannya sempat melonjak hingga 148 kg, sementara ia harus bertanding di limit kelas 130 kg.

Artinya, Ericka harus memangkas berat badan sebanyak 18 kg dalam waktu singkat. Pola makan ketat pun langsung diterapkan:

Yakni dengan memperbanyak konsumsi sayuran, ayam, dan buah-buahan secara rutin. Memotong porsi nasi dan secara ketat mengurangi minuman manis.

Kedisiplinan memangkas berat badan dan kerja keras sejak masa sekolah akhirnya terbayar tuntas di atas matras. Dua medali emas Porprov Jateng berhasil ia persembahkan untuk Kabupaten Grobogan.

”Alhamdulillah, dapat dua emas sejauh ini. Semoga ke depannya terus konsisten mengharumkan nama Grobogan,” harap Ericka.

Editor: Arif F

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut