Target Rampung Akhir 2026, KAI Genjot Keselamatan di 9 Perlintasan Kereta Api Termasuk di Grobogan
GROBOGAN,iNewsMuria.id - PT KAI (Persero) Daop 4 Semarang terus memperketat standar keselamatan perjalanan kereta api. Sebanyak sembilan Jalur Perlintasan Langsung (JPL) di wilayah operasionalnya saat ini tengah menjalani penataan fasilitas secara intensif.
Proyek peningkatan keselamatan ini mencakup pembangunan pos jaga, penyiapan peralatan pendukung, hingga pelatihan petugas khusus. Seluruh rangkaian pekerjaan tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi penuh pada akhir tahun 2026.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, Rabu (28/10/2026), menjelaskan bahwa penanganan di setiap titik disesuaikan langsung dengan kebutuhan di lapangan. Wilayah kerja penataan ini meliputi Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, serta Kabupaten Blora.
Dari total sembilan lokasi, tiga di antaranya berada di wilayah Kabupaten Grobogan, sementara enam lainnya tersebar di daerah tetangga. Untuk wilayah Kabupaten Grobogan (3 Titik) berada di;
JPL 57 (KM 40+133, petak jalan Gubug–Karangjati) | Lebar: 6,6 meter
JPL 73 (KM 53+155, petak jalan Sedadi–Ngrombo) | Lebar: 6,6 meter
JPL 106 (KM 65+240, petak jalan Karangsono–Gundih) | Lebar: 4,5 meter
Wilayah Kota Semarang, Demak, & Blora (6 Titik) yakni di:
JPL 10 (KM 8+70, petak Jerakah–Mangkang, Kota Semarang) | Lebar: 5,4 meter
JPL 4 (KM 2+609, petak Semarang Tawang–Alastua, Kota Semarang) | Lebar: 4,2 meter
JPL 16 (KM 13+257, petak Alastua–Brumbung, Kabupaten Demak) | Lebar: 4 meter
JPL 9 (KM 16+592, petak Brumbung–Tanggung, Kabupaten Demak) | Lebar: 3 meter
JPL 30 (KM 20+510, petak Brumbung–Tegowanu, Kabupaten Demak) | Lebar: 5 meter
JPL 80 (KM 50+582, petak Sulur–Doplang, Kabupaten Blora) | Lebar: 4 meter
Guna memastikan operasional berjalan optimal, PT KAI telah menyiapkan sebanyak 36 Petugas Penjaga Jalur Perlintasan (PJL). Para petugas ini tidak langsung diturunkan, melainkan telah melalui serangkaian pembekalan ketat, pelatihan teknis, hingga proses sertifikasi kompetensi sesuai standar yang berlaku.
Selain mempercantik dan melengkapi fasilitas fisik, PT KAI Daop 4 Semarang juga mengambil langkah tegas demi menekan angka kecelakaan. Hingga Oktober 2026, tercatat sudah ada 12 perlintasan liar yang ditutup, serta 309 kegiatan sosialisasi yang menyasar langsung masyarakat, sekolah-sekolah, dan warga di sekitar jalur rel.
Manager Humas Daop 4 Semarang Luqman Arif menegaskan bahwa infrastruktur yang mumpuni tidak akan berarti tanpa adanya kesadaran dan kedisiplinan dari para pengguna jalan raya.
“Kami mengimbau masyarakat, termasuk pengguna jalan, untuk selalu mematuhi rambu dan sinyal peringatan. Berhenti ketika diwajibkan dan dahulukan perjalanan kereta api. Jangan pernah menerobos perlintasan demi keselamatan bersama,” tegas Luqman.
Dikatakan Luqman Arif, untuk mewujudkan keselamatan ini, KAI Daop 4 Semarang terus berkolaborasi erat dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah setempat, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Editor: Arif F