Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Waspadai Gangguan Penglihatan pada Lansia, Ketahui Pemicu dan Deteksi Dini dengan Pemeriksaan Rutin
Advertisement . Scroll to see content

ASEAN Centre for Energy Dorong Integrasi Sistem Energi Kawasan Regional

Kamis, 15 Oktober 2026 | 07:15 WIB
  • author Fitri Mulia
ASEAN Centre for Energy Dorong Integrasi Sistem Energi Kawasan Regional
ASEAN Centre for Energy (ACE) secara resmi meluncurkan laporan terbaru bertajuk 9th ASEAN Energy Outlook (AEO9) yang menyoroti pentingnya pengelolaan energi. Foto istimewa

JAKARTA, iNewsMuria.id - ASEAN Centre for Energy (ACE) secara resmi meluncurkan laporan terbaru bertajuk 9th ASEAN Energy Outlook (AEO9). Laporan komprehensif ini menyoroti pentingnya pengelolaan permintaan energi serta integrasi infrastruktur lintas batas guna menjaga ketahanan masa depan.

Konsumsi energi final di kawasan ASEAN diproyeksikan melonjak drastis dari 485 juta ton setara minyak pada 2025 menjadi 2.047 Mtoe pada 2060. Lonjakan tersebut dipicu oleh ekspansi sektor industri, pertumbuhan transportasi barang, pembangunan perkotaan, serta peningkatan layanan digital.

Untuk memetakan arah kebijakan, AEO9 membandingkan tiga skenario transisi mulai dari tingkat dasar hingga percepatan terkoordinasi. Jalur transisi terkoordinasi dinilai mampu menekan konsumsi energi secara signifikan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan.

Transformasi sistem ketenagalistrikan juga mendesak dilakukan guna mencapai target porsi energi terbarukan sebesar 45% pada kapasitas pembangkit terpasang pada 2030. Kawasan ini perlu mempercepat penambahan kapasitas pembangkit secara masif setiap tahunnya untuk memenuhi target tersebut.

"Ketahanan energi ASEAN tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak energi yang dapat kita produksi atau impor, tetapi juga oleh seberapa efisien kita menggunakannya dan seberapa terintegrasi sistem energi kita," ujar Direktur Eksekutif ACE, Dato’ Ir. Ts. Razib Dawood, dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/10/2026). 

Ia menegaskan bahwa koordinasi regional menjadi kunci utama agar energi tetap terjangkau dan andal. Guna mendukung transisi energi secara menyeluruh hingga tahun 2060, AEO9 memperkirakan kebutuhan investasi kumulatif mencapai USD 14,1 triliun. Pembiayaan tersebut difokuskan untuk memperluas elektrifikasi, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan infrastruktur jaringan listrik regional.

Namun, ketersediaan dana besar tersebut harus diimbangi dengan penyiapan daftar proyek yang kredibel serta regulasi pasar yang transparan. Kesiapan aturan ini dinilai krusial untuk memberikan kepastian hukum bagi para investor global yang terlibat.

"Keberhasilan atau kegagalan transisi akan ditentukan pada tahap implementasi," tambah Dato’ Razib. Pihaknya berharap setiap siklus kebijakan regional mampu membawa kawasan ini semakin dekat menuju sistem energi terintegrasi.

Editor: Arif F

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut