Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dinkes Grobogan Imbau Warga Waspada Dehidrasi di Musim Kemarau Panjang
Advertisement . Scroll to see content

Warga Rejosari Grobogan Sudah Lima Bulan Kesulitan Air Bersih, Dampak Musim Kemarau Panjang

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:15 WIB
  • author Arif Fajar
Warga Rejosari Grobogan Sudah Lima Bulan Kesulitan Air Bersih, Dampak Musim Kemarau Panjang
Polres Grobogan bersama PWI Grobogan dan IJTI Muria Raya menyalurkan bantuan air bersih di Dusun Ngambilan, Desa Rejosari, Grobogan, Rabu (14/10/2026) siang. (Foto: Arif Fajar)

GROBOGAN, iNewsMuria.id – Dampak musik kemarau panjang, warga Dusun Ngambil, Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan mengalami kesulitan air bersih dalam lima bulan terakhir. 

Keberadaan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di desa tersebut tak mampu mencukupi kebutuhan air warga selama musim kemarau.

Keadaan ini menjadi perhatian Polres Grobogan yang menggandeng PWI Grobogan dan IJTI Muria Raya untuk menyalurkan air bersih kepada warga di Dusun Ngambil, Rabu (14/10/2026).

Kondisi kekeringan dibenarkan oleh Kepala Desa Rejosari, Ali Sadikin yang mengungkapkan paling terdampak kekeringan berada di RT 08, Dusun Ngambilan, Desa Rejosari.

“Dari lima dusun di Desa Rejosari, yang paling terdampak kekeringan selama musim kemarau adalah Dusun Ngambilan, khususnya 118 Kepala Keluarga (KK) di RT 08,” paparnya.

Guna memenuhi kebutuhan air bersih, lanjut Ali, warga yang mampu akan membeli air. Yang lainnya memilih mengambil di sumber air kendati jauh, serta mengandalkan bantuan air bersih.

“Kami berterima kasih kepada Polres Grobogan serta rekan-rekan (PWI dan IJTI) yang telah membantu air bersih untuk warga.

Salah seorang warga yang ikut antre air bersih bantuan Polres Grobogan bersama PWI dan IJTI, Diah mengaku sudah lima bulan kesulitan air bersih dampak musim kemarau.

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, biasanya beli Rp130 ribu untuk kebutuhan selama satu minggu, serta mengandalkan bantuan seperti ini,” kata Diah berterima kasih kepada Polres Grobogan.

Memang, lanjut Diah, sempat hujan namun baru sebatas gerimis sehingga warga tetap kesulitas mendapatkan air bersih. Sehingga harus tetap mengambil dari sumber yang masih ada airnya.

Sementara Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Taufik Frida Mustofa didampingi KBO Reskrim Iptu Imam Siswanto mengatakan, bakti sosial penyaluran air bersih di Desa Rejosari, merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Untuk penyaluran bantuan air bersih kali ini, Polres Grobogan  menggandeng PWI Grobogan dan IJTI Muria Raya, AKP Taufik Frida berharap bantuan tersebut memberikan manfaat kepada warga.

“Kali ini Polres Grobogan melakukan pendistribusian air bersih sebanyak 50.000 liter yang dilakukan secara bertahap. Jika masih ada yang membutuhkan kita siap membantu,” tambah AKP Taufik Frida.

Ketua PWI Grobogan Dani Agus mengatakan kegiatan bersama Polres Grobogan dan IJTI tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan air bersih akibat kekeringan.

"Kami sudah beberapa kali berkolaborasi dengan Polres Grobogan dalam berkegiatan sosial. Semoga bantuan ini bermanfaat," ujarnya.

Sedangkan Sekretaris IJTI Muria Raya Sholi menyambut baik kegiatan sosial pendistribusian bantuan air bersih di Desa Rejosari yang dilaksanakan Polres Grobogan bersama IJTI dan PWI.

"Semoga kolaborasi ini terus terjalin dengan baik bersama Polres Grobogan dan PWI dalam berkegiatan sosial," tambahnya.

Editor: Arif F

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut