2027, Kuota PIP di Jepara Diusulkan 50 Ribu Siswa Madrasah
JEPARA, iNewsMuria.id- Kuota penerima Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa madrasah di Kabupaten Jepara terus ditambah. Tahun depan, penerima program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini diusulkan tembus hingga 50 ribu siswa madrasah di Kota Ukir.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H Abdul Wachid saat kegiatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag dengan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sunan Kudus yang digelar di Gedung Sunu Ngesti Pandawa, Potroyudan Jepara, Minggu (27/9/2026).
Abdul Wachid mengatakan pihaknya terus memperjuangkan agar tiap tahun penerima PIP madrasah terus bertambah. Tahun 2026, sebanyak 18 ribu siswa madrasah mulai dari MI, MTs hingga MA di Jepara menerima program PIP yang dibawanya.
"Padahal tahun sebelumnya penerima PIP madrasah hanya berkisar ratusan siswa. Tahun 2027, Bupati Jepara ingin agar kuota PIP madrasah bisa 50 ribu penerima. Oke kita perjuangkan, kalau desilnya memenuhi kriteria pasti dapat," kata wakil rakyat asal Partai Gerindra ini.
Siswa madrasah penerima PIP akan menerima bantuan pendidikan itu mulai dari kelas 1 hingga tamat. Untuk siswa MI, besarannya Rp 400 ribu per tahun. Siswa MTs Rp750 ribu, sedang pelajar MA menerima Rp 1,8 juta per tahun.
Pimpinan Komisi VIII yang mitra kerjanya Kementerian Agama ni menambahkan, tak hanya PIP, pihaknya juga memperjuangkan kuota penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Jepara juga bertambah. KIP diperuntukkan bagi pelajar yang melanjutkan pendidikan di IAIN, UIN atau universitas Islam lainnya.
Tiap semester, penerima KIP mendapat Rp6,6 juta. Kalau dua semester atau satu tahun Rp13,2 juta.
"KIP mulai dari awal kuliah hingga semester 8. Kalau kuliah lancar mestinya 4 tahun itu sudah wisuda," ujar legislator asal Margoyoso Kalinyamatan Jepara ini.
Selain PIP dan KIP, Abdul Wachid juga punya program khusus siswa atau mahasiswa yang ijazahnya ditahan pihak sekolah/kampus lantaran tak punya biaya.
Sejauh ini, program itu sudah banyak membantu siswa atau mahasiswa yang membutuhkan.
"Ada 160 mahasiswa Unisnu Jepara yang tidak dapat ngambil ijazah dan sudah kita selesaikan. Termasuk yang siswa madrasah juga banyak," jelasnya.
Peserta kegiatan NGOPI, Eva Suzana berharap sosialisasi program PIP atau KIP diperbanyak. Menurutnya masih banyak orang tua yang belum mengetahui program multimanfaat tersebut.
"Ada teman saya yang sudah dapat, tapi juga ada yang belum. Kalau sosialisasi seperti yang dilakukan Waket Komisi VIII DPR ini diperbanyak lebih bagus lagi, agar lebih banyak penerima manfaat PIP atau KIP," tandas warga Rengging Pecangaan Jepara ini.
Editor: Arif F