Dapat Hibah Rp21,4 Miliar dari Program LSDP, Pemkab Grobogan Siap Olah Sampah hingga Jadi Listrik
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan resmi terpilih untuk mengikuti program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Program berkelanjutan yang digagas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini berfokus pada efisiensi pengelolaan sampah di daerah.
Informasi yang didapatkan, Selasa (18/8/2026) Pemkab Grobogan dipastikan menerima alokasi dana hibah sebesar 1,3 juta dolar AS (sekitar Rp21,4 miliar) pada tahun 2027 mendatang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Heru Dwi Cahyono, menyampaikan Pemkab Grobogan sebelumnya diundang dalam rapat koordinasi percepatan implementasi LSDP di Jakarta.
Hibah tahap awal sebesar Rp21,4 miliar pada tahun 2027 akan difokuskan untuk pembenahan sistem pengelolaan sampah di bagian hulu, meliputi penyediaan sarana-prasarana dasar serta penguatan organisasi kemasyarakatan.
Selain itu juga untuk pembentukan perkumpulan masyarakat pengelola sampah agar penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah.
“Sebenarnya total usulan anggaran yang diajukan Pemkab Grobogan dalam program LSDP tersebut mencapai Rp135 miliar,” jelas Heru Dwi Cahyono.
Terkait besaran kucuran dana untuk tahun 2028 sambung Kepala DLH Grobogan, akan disesuaikan dengan evaluasi kinerja serta penyiapan Detail Engineering Design (DED).
Alokasi tahap berikutnya menurut Heri, disiapkan untuk pembangunan fisik, mencakup 3 tempat pengolahan sampah terpadu (TPST Gubug, Godong, dan Wirosari) serta 13 TPS3R.
Selain program LSDP, Grobogan juga terpilih masuk dalam jajaran 12 kabupaten/kota se-Indonesia yang disiapkan untuk proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PTLS di Gubug).
Dikatakan Kepala DLH Grobogan Heru Dwi Cahyono, skema pengolahan menjadi listrik dinilai sebagai solusi paripurna dalam mengatasi permasalahan sampah urban.
Sistem ini mampu mereduksi volume sampah secara signifikan dan hanya menyisakan sedikit sisa pembakaran berupa fly ash dan bottom ash, berbeda dengan metode konvensional yang masih menyisakan banyak residu.
“Saat ini, pihak DLH Grobogan tengah melengkapi seluruh pemenuhan kriteria teknis agar proyek inovasi energi ramah lingkungan tersebut dapat segera terealisasi,” tambahnya.
Editor : Arif F