get app
inews
Aa Text
Read Next : Genjot Realisasi Anggaran, Bupati Grobogan Minta OPD Jangan Tunda Selesaikan Kendala Pembangunan

Grobogan Dilanda Kekeringan, Polres Bersama Komunitas Motor Pasok 100 Ribu Liter Air Bersih di Toroh

Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:57 WIB
header img
Polres Grobogan bersama FKM dan Komunitas Motor salurkan air bersih di Kecamatan Toroh, Rabu (12/8/2026) sore.(Ist)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Polres Grobogan bergandengan tangan dengan Forum Kemitraan Police Masyarakat (FKPM) dan komunitas motor menggelar aksi sosial penyaluran bantuan air bersih.

Langkah ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis air selama musim kemarau di wilayah Kecamatan Toroh dan Purwodadi.

Sebanyak 100.000 liter air bersih yang diangkut menggunakan 18 armada truk diberangkatkan dari Dusun Tanjungan, Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi, menuju lokasi-lokasi yang dilanda kekeringan.

Pelepasan bantuan air bersih dipimpin Kapolres Grobogan AKBP Endhi Pratama, didampingi Kasat Lantas AKP Kumala Enggar Anjarani, pada Rabu (12/8/2026) sore.

" Mudah-mudahan di musim kemarau ini, bantuan air bersih dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar AKBP Endhi Pratama saat melepas rombongan armada air.

Distribusi bantuan dialokasikan di enam titik lokasi kekeringan yang berada di Desa Depok dan Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh. Masing-masing lokasi menerima alokasi tiga truk pasokan air bersih:

Desa Depok yakni Dusun Kemiri (3 truk), Dusun Pending (3 truk), Dusun Jetis (3 truk), dan Dusun Teguhan (3 truk). Desa Sindurejo yakni Dusun Goledok (3 truk) dan Dusun Semen (3 truk).

Selain fokus di Kecamatan Toroh, petugas juga menyiapkan dua tangki air bersih khusus untuk membantu pemenuhan kebutuhan harian warga di Dusun Tanjungan, Desa Ngembak, Kecamatan Purwodadi.

Di lokasi penyaluran, antusiasme warga terlihat saat mereka membawa berbagai wadah seperti jeriken, ember, dan drum untuk menampung pasokan air.

Tidak sekadar mendistribusikan air, aksi sosial ini juga diwarnai pendekatan humanis. Jajaran Satlantas Polres Grobogan membagikan makanan ringan kepada anak-anak yang berada di lokasi.

Kepala Desa Ngembak, Awang, mengungkapkan bahwa persoalan air bersih di Dusun Tanjungan selalu menjadi kendala utama tiap kali musim kemarau panjang tiba. 

"Kalau sumber air ada, cuma rasanya asin atau payau. Jika dibor artesis lebih dari 30 meter tetap asin, sedangkan yang kurang dari 20 meter ada airnya, tetapi kalau kemarau tidak mencukupi," jelas Awang.

Menurut Awang, kondisi kritis di Dusun Tanjungan (yang mencakup empat RT) sudah mulai terasa sejak awal Agustus dan diprediksi berlangsung selama 2 hingga 3 bulan.

"Kondisi parah biasanya bertahan sampai pertengahan September. Nanti kalau air irigasi dari sawah atau DI Sidorejo mulai turun, sumur-sumur warga baru mulai terisi kembali," tambahnya.

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut