Hasil Penelitian BRIN: Lumpur Bledug Kuwu Grobogan Berpotensi Dijadikan Lulur hingga Sabun
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Hasil penelitian terkait lumpur Bledug Kuwu, Kabupaten Grobogan dari Politeknik Nuklir Indonesia di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) cukup menggemberikan.
Informasi yang diperoleh Sabtu (3/10/2026) hasil penerlitian menyebutkan bahwa kawasan wisata Bledug Kuwu di Kabupaten Grobogan, tidak mengandung radioaktif.
Justru ada peluang produk turunan dari lumpur dan kandungan garam dari Bledug Kuwu, Kradenan, Grobogan. Lumpur dan garam bisa menjadi produk perawatan kulit.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Research, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Grobogan, Afi Wildani, menjelaskan bahwa pengambilan sampel dan pengujian lapangan telah dilakukan langsung oleh tim ahli sejak November 2025.

"Politeknik Nuklir Indonesia di bawah BRIN telah melakukan penelitian langsung terkait kandungan lumpur dan garam di Bledug Kuwu. Alhamdulillah, hasilnya tidak mengandung radiasi,” katanya.
Sehingga kepastian tersebut menjawab kekhawatiran masyarakat. Justru lanjuy Afi, hasil riset membuka peluang untuk mengembangkan Bledug Kuwu menjadi kawasan industri kreatif berbasis bahan alam.
Dosen Politeknik Nuklir Indonesia, Lutfi Aditya Hasnowo, mengonfirmasi bahwa pengujian lingkungan yang mencakup parameter radioaktivitas hingga analisis logam berat menunjukkan hasil yang aman.
"Hasil pantauan dan analisis kami terkait radioaktivitas semua aman, berada di bawah ambang batas. Untuk kandungan logam berat, aman, meski masih memerlukan pengkajian lebih lanjut," jelas Lutfi.
Namun, jelas Lutfi, kandungan lumpur dan garam Bledug Kuwu membuka potensi pemanfaatan bernilai ekonomi tinggi. Karena dapat diolah menjadi produk perawatan kulit dan kecantikan (skincare).
"Lumpur di Bledug Kuwu berpotensi dikembangkan sebagai bahan scrub atau lulur, sedangkan kandungan garamnya bisa dieksplorasi menjadi bahan garam mandi (bath salt). Ada juga gagasan untuk mengolah lumpurnya menjadi bahan baku sabun," kata Lutfi.
Dengan adanya landasan riset ilmiah ini, arah pengembangan obyek wisata Bledug Kuwu ke depan tidak hanya bertumpu pada daya tarik wisata alam semata.
Pemerintah daerah bersama para peneliti berpeluang menciptakan ekosistem produk olahan lokal bernilai tinggi, dengan tetap mengedepankan standar keamanan dan standar pengolahan.
Editor: Arif F