Pembakaran Lahan di Batang Telan Korban Jiwa, Polda Jateng Ingatkan Bahaya Karhutla
SEMARANG,iNewsMuria.id - Meningkatknya potensi kebakaran akibat cuaca panas di musim kemarau, Polda Jateng ingatkan bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data yang diperoleh dari Polda Jateng, Senin (13/7/2026) menyebutkan selama periode 1 hingga 11 Juli 2026, tercatat sebanyak 16 kejadian kebakaran lahan di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil evaluasi Polda Jateng, mayoritas peristiwa karhutla terjadi pada rentang pukul 09.00 hingga 16.00 WIB saat suhu udara mencapai puncaknya.
Selain mengakibatkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah, kebakaran lahan juga menelan satu korban jiwa di wilayah Kabupaten Batang yang diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan.
Untuk itu Polda Jateng mengintensifkan upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
.
Langkah mitigasi sebagai upaya menekan risiko terjadinya karhutla di antaranya dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada kelompok tani.
Termasuk pengelola kawasan hutan, dan masyarakat di wilayah rawan kebakaran, meningkatkan patroli pada kawasan perkebunan, lahan kosong, dan hutan terutama pada jam-jam rawan.
Selain itu, juga memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, dan pemerintah daerah dalam mempercepat deteksi dini maupun penanganan apabila ditemukan titik api.
Tak hanya itu, Polda Jateng juga menyiagakan personel beserta peralatan pendukung pemadaman, termasuk kendaraan Water Cannon sebagai dukungan pemadaman darurat di lokasi tertentu.
Pemantauan titik panas (hotspot) berbasis teknologi untuk mempercepat respons di lapangan juga dilakukan. Upaya ini dibarengi dengan penegakan hukum jika kebakaran terbukti disebabkan unsur kesengajaan maupun kelalaian.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, pencegahan merupakan langkah yang paling efektif menekan terjadinya karhutla. Juga dibutuhkan kepedulian masyarakat.
"Memasuki puncak musim kemarau, perlu meningkatkan kewaspadaan. Kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah menyebar sehingga pencegahan menjadi langkah yang paling efektif," ujar Kombes Pol Artanto.
Dirinya mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar. Kebiasaan tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab karhutla.
Kombes Pol Artanto juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area yang dipenuhi rumput atau vegetasi kering.
"Banyak kebakaran berawal dari kelalaian yang dianggap sepele. Karena itu mari lebih bijak dalam menggunakan api, terutama saat cuaca panas dan kering seperti sekarang ini," jelasnya.
Editor : Arif F