Kekeringan Mulai Melanda Grobogan, BPBD Mulai Droping Air Bersih ke Warga Terdampak
GROBOGAN,iNewsMuria.id – Dampak musim kemarau yang masih berlangsung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menyebabkan sejumlah sumber air berkurang.
Apalagi hingga, Jumat (10/7/2026) sebagian besar wilayah di Kabupaten Grobogan tak lagi diguyur hujan. Hal ini berdampak pada berkurangnya debit air bersih di sejumlah sumber air.
Hal tersebut disampaikan Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Wahju Tri Darmawanto dalam laporannya ke Bupati Grobogan.
Menurutnya berdasarkan hasil asesment lapangan, sumber air bersih yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat debitnya berkurang, sehingga ketersediaan air tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan warga sehari-hari .
Bahkan lanjut Wahju Tri Darmawanto, saat ini sudah ada sejumlah permohonan bantuan air bersih yang disampaikan pemerintah desa kepada BPBD Grobogan.
Saat ini wilayah yang mulai terdampak kekurangan air bersih akibat musim kemarau dan sudah mengajukan permohonan bantuan air bersih berada di Kecamatan Geyer dan Purwodadi.
Data dari BPBD Grobogan menyebutkan, untuk wilayah terdampak adalah Dusun Saren RT 03, RW 03, Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer dan Dusun Waru Kidul RT 03, RW 04, Desa Warukaranganyar, Kecamatan Purwodadi.
“Untuk Dusun Saren, Desa Asemrudung ada 43 kepala keluarga (KK) yang terdampak, dan di Dusun Waru Kidul, Desa Warukaranganyar ada 49 KK yang terdampak kekerngan,” jelas Wahju Tri Darmawanto.
BPBD Grobogan kemudian melaksanakan distribusi bantuan air bersih sebanyak 15.000 liter menggunakan satu mobil tangki untuk 92 KK di dua dusun tersebut.
“Bantuan air bersih 15.000 liter tersebut kita distribusikan untuk Dusun Saren sebanyak 10.000 liter dan untuk Dusun Waru Kidul sebanyak 5.000 liter,” ujar Kalak BPBD Grobogan Wahju Tri Darmawanto.
Dikatakan Wahju Tri Darmawanto, BPBD Grobogan terus melakukan pemantauan di lapangan. Karena debit sumber air yang dimanfaatkan masyarakat terus mengalami penurunan.
“Sehingga di wilayah terdampak masih memerlukan bantuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga sehari-hari. Bantuan dilaksanakan berdasarkan hasil asesment serta perkembangan di lapangan,” tambahnya.
Editor : Arif F