get app
inews
Aa Text
Read Next : 1.052 Jemaah Haji Asal Grobogan Terbagi Dalam Empat Kloter, Siap Berangkat Mulai 30 April 2026

Begini Kondisi Jemaah Haji Jepara Saat Didatangi Tinwas Haji Abdul Wachid, Ada yang Tak Terima Nusuk

Kamis, 21 Mei 2026 | 01:02 WIB
header img
Wakil Ketua Timwas Haji DPR RI Abdul Wachid berbincang dengan Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi di sela-sela pengawasan penyelenggaraan Haji di Hotel 502 Makkah, Rabu (20/5/2026) malam WAS. (Foto/IST)

JEPARA, iNewsMuria.id- Seribu lebih jemaah haji asal Kabupaten Jepara sudah berada di Makkah jelang puncak haji 1447 H. Mereka siap menjalankan berbagai ibadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna) pada pekan depan. 

Saat ini, jemaah haji asal Jepara menempati pemondokan yang ada di Makkah. Beberapa di antaranya seperti hotel 502 dan 503 Sektor 5 Makkah. 

Wakil Ketua Timwas Haji 2026 Abdul Wachid dan Irjen Kemenhaj Dendi Suryadi mengunjungi Hotel 502 Sektor 5 Makkah, Rabu (20/5) malam WAS.  

Abdul Wachid yang juga Wakil Ketua Komisi 8 DPR RI ini didampingi Dendi Suryadi mendatangi sejumlah kamar jemaah haji di sektor 5 Makkah. 

Mereka melihat kondisi kamar dan juga berbincang dengan jemaah terkait layanan haji di sektor 5 Makkah yang diisi jemaah haji asal Kabupaten Jepara dan daerah lainnya.

Sejumlah jemaah haji langsung mendatangi mereka dan menyampaikan beberapa hal. Salah satunya disampaikan oleh Ketua Kloter SOC 39 Sholeh. 

Sholeh mengatakan sejak di Madinah hingga bergeser ke Makkah ia belum menerima kartu nusuk. Ia juga sudah melaporkan hal itu ke pihak sektor namun hingga kini identitas digital resmi yang diterbitkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi itu belum juga dikantonginya. 

Sholeh yang juga Ketua Tanfidziyah PRNU Desa Bulungan Pakisaji Jepara ini khawatir tidak bisa masuk ke Arafah saat puncak haji Armuzna yang tinggal 6 hari lagi. 

"Saya ga berani kemana-mana. Saya hanya berani mantau di area sekitar hotel saja," kata Sholeh melalui keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026). 

Terkait aduan itu, Abdul Wachid langsung menelpon jajaran Kemenhaj yang mengurusi kartu nusuk. Wakil rakyat asal Gerindra itu ingin memastikan tak ada lagi jemaah haji Indonesia yang belum menerima kartu nusuk seperti yang dialami Sholeh. 

Selain urusan kartu Nusuk, Abdul Wachid juga menerima aduan soal kamar yang diisi lima jemaah. Aduan ini disampaikan Abdullah. 

Ia mengadukan soal kamar yang ditempati lima jemaah. Sebab saat sosialisasi di Tanah Air, ia diberi informasi jika tiap kamar bakal diisi empat jemaah haji. 

"Kemarin di Madinah juga diisi lima jemaah. Kurang nyaman. Kurang longgar, naruh koper saja susah," ujar penghuni kamar 914 ini. 

Selain di Sektor 5 Makkah, Abdul Wachid dan Timwas Haji DPR RI juga mengunjungi pemondokan haji di hotel Al-hidayah di kawasan Aziziyah Makkah. Jarak hotel Al Hidayah ini paling jauh dari Masjidil Haram dibandingkan sektor lainnya di Makkah.
Di lokasi ini, Timwas Haji DPR RI juga menerima masukan dan mendapat temuan langsung di lapangan.

Ada juga jemaah haji yang memberi apresiasi atas pelaksanaan penyelenggaraan haji tahun ini, baik dari sisi konsumsi, akomodasi, transportasi dan lainnya.

"Haji tahun ini sebenarnya sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Tapi akan terus kita evaluasi agar jemaah haji Indonesia benar-benar terlayani dengan maksimal," tandas Abdul Wachid, wakil rakyat asal Margoyoso Kalinyatan Jepara ini.

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut