get app
inews
Aa Text
Read Next : JIFBW 2026 Siap Digelar, Buyer Diajak Langsung Kunjungi Perajin Mebel Jepara

MBG Madrasah Masih Minim, Menko Pangan Pastikan Sesuai Standar Gizi

Selasa, 10 Maret 2026 | 12:18 WIB
header img
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan tablet untuk pelajar MAN 1 Jepara yang berani tampil di depan saat kunjungan kerja ke sekolah itu dalam rangka monitoring progam MBG, Selasa (11/3/2026).

 

HALO JEPARA – Menteri Koordinator Bidang Pangan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara untuk meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah menengah atas/sederajat, Selasa (10/3/2026). 

Kunjungan yang didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wabup Ibnu Hajar dan jajarannya tersebut dilakukan di SMA Negeri 1 Jepara, SMK Negeri 3 Jepara, dan MAN 1 Jepara.

Menko Bidang Pangan memastikan program MBG telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah. Menurutnya, program MBG disambut sangat baik oleh para pelajar SMA/sederajat.

“Semua senang, semua bergembira. Anak-anak senang menerima makanan bergizi ini,” ujarnya usai melakukan dialog interaktif dengan para siswa.

Ia menjelaskan secara umum pelaksanaan MBG di sekolah-sekolah umum baik negeri atau swasta sudah berjalan hampir menyeluruh. Sekitar 97 persen sekolah umum seperti SMP dan SMA telah mendapatkan layanan program tersebut. Namun, untuk sekolah berbasis agama (madrasah) atau pondok pesantren, cakupannya masih berkisar 10 hingga 20 persen.

Kendala utama yang dihadapi adalah persoalan pendataan. Menurut Menko, data siswa di sekolah umum relatif lebih lengkap sehingga proses distribusi program dapat berjalan lebih cepat. Sementara di sejumlah madrasah atau pondok pesantren, data santri belum sepenuhnya lengkap.

Dalam kesempatan itu, Menko juga memberikan motivasi kepada para siswa dengan bercerita tentang perjalanan makanan sebelum sampai ke meja makan. Ia menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi manusia melalui proses panjang, mulai dari produksi bahan pangan hingga pengolahan.

Melalui cerita tersebut, ia berharap para siswa dapat lebih menghargai makanan dan tidak lagi membuang-buang makanan. Ia juga menekankan bahwa makan makanan bergizi sangat penting bagi pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak.

Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah pusat terhadap pemenuhan gizi bagi pelajar di Kabupaten Jepara.

Menurutnya, program MBG menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. Ia menegaskan pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar menjangkau seluruh sekolah di Jepara.

“Program ini sangat baik karena menyasar langsung kebutuhan dasar anak-anak kita. Jika gizi mereka terpenuhi, maka proses belajar akan lebih optimal dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas generasi muda Jepara,” ujar Witiarso.

Witiarso juga menegaskan Pemkab Jepara akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat serta instansi terkait agar pendataan di sekolah-sekolah, termasuk madrasah dan pondok pesantren, dapat segera diselesaikan sehingga seluruh siswa dapat merasakan manfaat program MBG.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Akhsan Muhyiddin, mengatakan jumlah madrasah di Kabupaten Jepara mulai dari MI hingga MA, baik negeri maupun swasta, mencapai sekitar 580 madrasah.

Dari jumlah tersebut, sekitar 90 persen madrasah telah mendapatkan layanan program MBG, sedangkan 10 persen lainnya masih dalam proses pendataan dan penyesuaian program.

“Salah satunya MAN 1 Jepara yang hari ini didatangi Menko Bidang Pangan. Insyaallah setelah lebaran sudah dapat karena sudah masuk data SPPG,” kata Akhsan.

Ia berharap ke depan seluruh madrasah di Jepara dapat terlayani oleh program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi para siswa, diharapkan kualitas pendidikan di madrasah juga semakin meningkat.

“Harapan kami seluruh madrasah bisa mendapatkan layanan MBG. Jika kebutuhan gizi siswa terpenuhi, tentu akan berdampak pada kualitas belajar dan prestasi mereka,” pungkasnya.

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut