get app
inews
Aa Text
Read Next : Waduh! Pendirian Koperasi Desa Merah Putih di Lapangan Desa Kedungrejo Purwodadi Mendapat Penolakan

Dinkes Grobogan Ungkap, Pascabanjir Banyak Warga Keluhkan Nyeri Otot dan Penyakit Kulit

Sabtu, 21 Februari 2026 | 14:07 WIB
header img
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Grobogan dr Djatmiko.(Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan mengungkapkan, nyeri otot dan penyakit kulih banyak dikeluhkan warga pascabanjir yang terjadi beberapa waktu lalu. 

Data dari Dinkes yang diperoleh, Sabtu (21/2/206), dari pemeriksaan kesehatan sebanyak 963 warga yang mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan kedua penyakit tersebut terbanyak.

Nyerit otot ada 263 orang, penyakit kulit 241 orang, ISPA berupa batuk pilek 208 orang, saki kepala 104 orang, hipertensi  60 orang dan lainnya seperti Gastritis (22 kasus), Demam (26 kasus), serta Diare (2 kasus).
Menurut Kepala Dinkes Grobogan, dr Djatmiko, , pola penyakit yang muncul menunjukkan karakteristik khas pascabencana, di mana nyeri otot menjadi keluhan tertinggi.

Nyeri otot yang dikeluhan sekira 263 orang, lanjutnya, diduga disebabkan aktivitas fisik saat kegiatan bersih-bersih lumpur dan sebagainya setelah banjir surut.

"Potensi penyakit pascabanjir cukup beragam. Keluhan yang banyak muncul antara lain nyeri, pegal linu, penyakit kulit, batuk pilek, hingga gangguan lambung dan tekanan darah tinggi," ujar dr Djatmiko.

Selain keluhan tersebut, menurutnya, Dinkes Grobogan juga memberikan perhatian khusus pada temuan dugaan kasus Leptospirosis. 

Saat ini, petugas Dinkes tengah melaksanaan pemantauan intensif untuk mengantisipasi penyebaran penyakit yang ditularkan melalui urine tikus tersebut.

Dinas Kesehatan Grobogan melalui fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Grobogan terus memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan kepada warga pascabanjir.

Puskesmas di Kecamatan Kedungjati menjadi fasyankes dengan jumlah pasien tertinggi, di mana hasil pemeriksaan ditemukan 175 kasus nyeri otot dan 93 kasus ISPA.

Kendati banjir telah surut, namun warga diimbau untuk tidak meremehkan gejala kesehatan sekecil apa pun. Masyarakat diminta tetap menjaga kebersihan diri dan lingkungan. 

“Segera memeriksaan diri ke Puskesmas atau fasyankes terdekat jika merasa demam atau nyeri yang tidak kunjung hilang," tambah dr Djatmiko.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut