get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Perampokan Dan Pembunuhan Anak Juragan Sate di Boyolali, Pelaku Terancam Penjara Seumur Hidup

Menag di Ponpes Futuhiyah Demak Tegaskan Penguatan Ponpes dan Kesejahteraan Guru Madrasah

Jum'at, 06 Februari 2026 | 22:01 WIB
header img
Menag Nasaruddin menjelaskan kokitmen pemerintah terhadap ponpes dan guru madrasah di Ponpes Futuhiyah, Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).(Istimewa)

DEMAK, iNewwMuria.id - Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memperkuat peran pondok pesantren serta meningkatkan kesejahteraan guru madrasah

Pernyataan ini disampaikan saat Menag melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren (Ponpes) Futuhiyah, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, pada Jumat (6/2/2026).

Dalam kunjungan di ponpes tersebut, Menag berdialog langsung dengan pengasuh dan para santri. Ia memaparkan sejumlah langkah strategis yang kini tengah dijalankan oleh Kementerian Agama, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu poin utama yang disoroti Menag Nasaruddin adalah peningkatan status kelembagaan pesantren di struktur kementerian. Saat ini, urusan pesantren telah dikelola oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) tersendiri.

"Dalam periode beliau (Prabowo), pondok pesantren itu semakin membaik. Tadinya pondok pesantren hanya di bawah satu direktur, sekarang diangkat menjadi satu direktorat jenderal," ungkap Nasaruddin kepada awak media.


Menag RI Nasaruddin Umar saat di Ponpes Futuhiyah Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Jumat (6/2/2026).(Istimewa)
 

Transformasi ini menurut Menag Nasaruddin diharapkan dapat membuat pengelolaan dan perhatian terhadap pesantren menjadi lebih fokus dan maksimal.

Sedangkan terkait nasib tenaga pendidik, Menag Nasaruddin membawa kabar baik mengenai peningkatan signifikan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG). 

"PPG atau training guru-guru itu sebelumnya hanya dikasih kuota sedikit. Sekarang peningkatan kuota itu mencapai 700 persen," kata Menag.

Menag juga menjelaskan bahwa pengangkatan guru madrasah dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) terus dilakukan secara bertahap. Meskipun terdapat keterbatasan kuota nasional, pemerintah terus berupaya menambah jumlah pengangkatan.

Dukungan terhadap kesehatan santri dikatakan Menag, juga menjadi agenda prioritas melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menag memastikan bahwa program ini akan menyasar lingkungan pesantren secara menyeluruh.

"Makanan bergizi gratis itu juga ada di pondok. Insyaallah pada saatnya nanti semua pondok pesantren akan memanfaatkan MBG ini. Ini tanda-tanda baik, kita hanya perlu waktu untuk maksimalisasi programnya," tuturnya.

Di hadapan keluarga besar Ponpes Futuhiyah, Menag mengungkapkan kekagumannya terhadap sejarah panjang pesantren yang telah melahirkan banyak tokoh hebat. Beliau berpesan agar para santri terus mengembangkan metode pendidikan yang memadukan kecerdasan intelektual dan spiritual.

"Pesantren mengombinasikan metode pikir dan rasa. Siang hari berpikir dengan akal, malam hari menggunakan tasawuf dan mengambil hikmah," jelas Menag. Ia juga meminta para santri untuk tetap dekat dengan ulama dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Demak, Taufiqurrahman, menyambut hangat kunjungan Menag Nasarudin. Ia menilai kehadiran Menag merupakan suntikan motivasi bagi jajarannya .

"Kami bersyukur dan bahagia atas kedatangan Bapak Menteri Agama. Kehadiran beliau memberikan motivasi kepada kami jajaran Kemenag Demak untuk terus memberikan pelayanan keagamaan yang berdampak nyata bagi masyarakat," pungkas Taufiqurrahman.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut