get app
inews
Aa Text
Read Next : STOVIX, Inovasi Siswa SMA 1 Jepara Berbasis Smartphone, Bermanfaat Cegah Kebakaran

Banjir di Jepara Picu Ribuan Hektare Sawah Gagal Panen, Kerugian Tembus Puluhan Miliar

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:27 WIB
header img
Penampakan sawah di kawasan Batukali Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara yang mirip sungai lantaran terendam banjir sejak pertengahan Januari lalu, Rabu (4/2/2026). Foto: Dok

JEPARA, iNewsMuria.id - Ribuan hektare (ha) sawah di Kabupaten Jepara mengalami gagal panen atau puso seiring banjir yang terjadi sejak pertengahan Januari lalu.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara Mudhofir, mengungkapkan berdasarkan data hingga 21 Januari 2026, total lahan sawah terdampak banjir mencapai 3.921 ha.

Dari jumlah tersebut, 3.861 hektar telah terdata, dengan rincian 2.807 hektar dinyatakan puso, sementara 1.054 ha lainnya dinyatakan selamat.

Wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah berada di Kecamatan Kalinyamatan dengan luas mencapai 742 ha, disusul Welahan 653 hektar, Pecangaan 350 ha.

Lalu Kedung 286 ha, Keling 234 ha, dan Mayong 147 ha. Sementara kecamatan lain yang turut terdampak antara lain Donorojo 115 ha, Bangsri 85 ha, Mlonggo 65 ha.

Lalu Tahunan 39,5 ha, Jepara 33 ha, Kembang 30 ha, Nalumsari 27 ha, serta Batealit 1 har.“Kerusakan hampir merata di seluruh kecamatan,” katanya.

Selain itu, lanjut Mudhofir, terdapat sekitar 70 ha tanaman padi yang tidak dapat dimasukkan dalam data puso. Lantaran lahan tersebut berada di area pinggiran sungai atau lambiran yang statusnya bukan hak milik.

“Lahan ini tidak ada tupinya dan penerima bantuannya tidak jelas, sehingga tidak bisa kita klaimkan sebagai data puso,” jelasnya.

Ia mengatakan mayoritas padi yang terendam banjir berusia sekitar satu bulan, sehingga petani dipastikan mengalami kerugian total.

DKPP memperkirakan nilai kerugian akibat bencana ini mencapai sekitar Rp25,2 miliar, dan seluruhnya tidak tercover asuransi pertanian.

Terkait bantuan bagi petani terdampak, Mudhofir menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian.

“Penganggaran bukan di kami. DKPP hanya mengajukan bantuan berupa benih dan pupuk. Jika merujuk pengalaman sebelumnya, biasanya bantuan yang diberikan berupa benih,” katanya.

Pihaknya pun telah mengajukan bantuan ke pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, namun hingga kini belum ada kepastian waktu penyalurannya.

“Kita masih menunggu, baik bentuk bantuan maupun kapan realisasinya,” tandasnya. 

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut