get app
inews
Aa Text
Read Next : Dugaan Keracunan MBG Mencuat di Grobogan: 658 Siswa Tumbang, Ini Menu Terakhir yang Dimakan!

18 Korban Dugaan Keracunan MBG di Gubug Grobogan Masih Dirawat di 4 Fasyankes

Rabu, 14 Januari 2026 | 17:27 WIB
header img
Kepala Dinkes Grobogan dr Djatmiko menjelaskan jumlah korban dugaan keracunan yang masih dirawat, Rabu (14/1/2026). (Arif Fajar)

GROBOGAN,iNewsMuria,id - Korban dugaan keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, hingga Rabu (14/1/2026) masih ada yang menjalani rawat inap.

"Data yang ada menyebutkan masih ada 18 orang yang dirawat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) setelah menyantap MBG," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Grobogan dr Djatmiko.

Mereka yang dirawat menurut Kepala Dinkes Grobogan dr Djatmiko, karena kondisinya belum pulih sepenuhnya akibat mengalami gejala keracunan setelah menyantap MBG pada Jumat (9/1/2026).

18 orang tersebut lanjutnya, saat ini dirawat di RSUD Ki Ageng Getas Pendowo ada 9 orang, R Soedjati Purwodadi ada 3, Puskesmas Gubug 1 ada 1 orang dan di Puskesmas Godong 1 ada 5 orang.

"Semoga hari ini ada yang sembuh lagi dan diperbolehkan pulang, sehingga jumlah yang dirawat berkurang," kata Kepala Dinkes Grobogan.

Menurut dr Djatmiko, secara keseluruhan ada 803 orang yang terdampak setelah menyantap menu MBG yang disajikan salah satu SPPG di Kwaron, Kecamatan Gubug.

Para korban dugaan keracunan MBG tersebut, sambung Kepala Dinkes Grobogan, selain siswa SD, SMK, dan SMK ada juga dari kalangan guru dan wali murid yang ikut makan.

Dari laporan yang masuk ke Dinkes Grobogan, pada Jumat (9/1/2026), para siswa tersebut menerima menu MBG berupa nasi kuning, telur dadar, tempe orek dan abon.

Menu MBG tersebut menurut laporan, datang terlambat dari biasanya pukul 09.00 WIB, saat itu baru sampai sekira pukul 11.00 WIB. Kondisi nasi ada yang mengatakan sudah mblenyek.

Setelah menyantap MBG, pada Jumat malam ada siswa yang merasakan gejala keracunan seperti mual, muntah bahkan mencret. Jumlah korban dugaan keracunan terus bertambah mulai Sabtu (10/1/2026).

Peristiwa tersebut mendapat perhatian Pemerintah, bahkan Menteri HAM Natalius Pigai didampingi Bupati Grobogan, Wabup Grobogan, Ketua DPRD, Kapolres Grobogan menengok para korban.

Menurut Menteri HAM Natalius Pigai, dari keterangan siswa dan orang tua menu MBG yang dikonsumsi pada hari itu kurang higienis sehingga menyebabkan para siswa sakit.

"Rata-rata sakitnya sama, setelah mereka memakan makanan (MBG) yang sama dan SPPG juga sama," kata Menteri HAM Natalius Pigai.

Untuk penanganan atas kasus dugaan keracunan MBG di Kecamatan Gubug, kata Menteri HAM, perlu dilakukan perbaikan dan evaluasi secara profesional terhadap SPPG tersebut. Hal ini supaya ke depan tidak lagi terjadi hal yang sama.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut