get app
inews
Aa Text
Read Next : Alami Kendala, Pilot Dan Penumpang Paralayang Jatuh Ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Umbul Besuki Klaten, Tempat Ngguyang Kebo Disulap jadi Destinasi Wisata Menarik, Banyak Pengunjung

Selasa, 18 Juni 2024 | 14:40 WIB
header img
Umbul Besuki Klaten.

KLATEN,iNewsMuria.id-Umbul Besuki Dukuh Kliring Desa Ponggok Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten kini menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berwisata air atau wisata umbul.

Umbul Besuki bisa menjadi alternatif bagi pelancong jika Umbul Ponggok penuh.Tapi bisa juga bagi wisatawan yang menginginkan tempat yang lebih rindang, lebih asri, dan lebih teduh, bisa menjadi pilihan utama.

Jika di Umbul Ponggok hanya satu umbul besar, di Umbul Besuki yang jaraknya 2 KM itu banyak kolamnya, dengan berbagai ukuran kedalaman. Sehingga banyak pilihan untuk mandi atau keceh, cocok bagi anak-anak atau keluarga.

Bagi wisatawan yang suka kuliner jangan khawatir. Di situ banyak makanan dengan berbagai menu, terutama olahan ikan air tawar. Bagi yang mau pesan, last order sampai jam 13.00 WIB.

"Saya sudah empat kali ke sini, baik sendiri bersama keluarga atau mengantar saudara. Tempatnya menyenangkan, hanya dengan tiket masuk Rp 10.000 per orang, kita bisa happy-happy," kata Nana sambil tertawa.

Tapi siapa sangka, Umbul Besuki itu sebelumnya adalah tempat untuk memandikan kerbau (ngguyang kebo) sampai akhir tahun 1990-an lalu, sebelum dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) setempat. 

Karena airnya banyak dan terus mengalir lantaran sumbernya kucup bagus, kerbau dibawa ke situ untuk dimandikan. Orang yang memandikan juga ikut mandi setelah kerbau naik. 

Kini Umbul Besuki menjadi salah satu tempat wisata umbul/air di Klaten yang sangat ramai. Banyak pengunjung yang datang, terutama di Hari Minggu dan atau hari libur.

Di kawasan Umbul Besuki ternyata ada satu kolam khusus, diantara beberapa kolam yang ada, baik buatan maupun asli (umbul).  Di kolam dengan alas pasir itu terdapat ratusan ikan garra rufa, yang besarnya hanya segeda ikan wader.

Namun tidak banyak yang tahu, kolam dengan garra rufa itu untuk terapi ikan yang dikelola BUMDES setempat. Kalau pun ada yang ikut terapi itu hanya coba-coba atau ikut-ikutan saja. Itu bisa dilihat dari mereka yang sering mengangkat kaki lantaran geli dirubung ikan tersebut.

Begitu juga dengan Rahayu, laki-laki asal Semarang yang mencoba terapi ikan di kolam tersebut. Sering kali dia mengangkat kaki karena merasa geli kakinya digigit banyak ikan.

"Ini kali pertama aku terapi ikan, rasanya geli-geli gimana gitu, makanya sering tak angkat kedua kakiku. Mungkin kalo sudah dua atau tiga kali, nggak, sudah adaptasi," kata Rahayu.

"Setelah terapi ini rasanya nyaman kakinya. Kulit atau daging mati / kering pada digigit dan dimakan ikan, jadi rasanya lebih enteng," kata dia yang berjanji dua minggu lagi.

Dari penelusuran di berbagai lieratur, banyak manfaat yang didapat dari terapi ikan. Seperti, mengangkat sel kulit mati dan merangsang pertumbuhan sel kulit yang baru. Kaki akan menjadi lebih lembut, luwes, dan sehat.

Kemudian, dapat mengatasi beberapa penyakit kulit seperti psoriasis, kalus, dan eksim. Mengurangi rasa gatal, flek hitam, dan bekas luka pada kaki. "Terapi ikan ini sebenarnya cara alternatif untuk merawat kaki," katanya. Anda penasaran, silakan mencoba... 

Editor : Langgeng Widodo

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut