get app
inews
Aa Text
Read Next : Kredit Macet Perbankan di Solo Raya Capai 10,23 Persen, Ini Penyebabnya...

Januari 2026, Perbankan Salurkan Kredit Rp 8.557 Triliun, OJK : Pembiayaan Tumbuh...

Rabu, 04 Maret 2026 | 06:00 WIB
header img
Konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan 2026 di Menara Radius Prawiro, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/26).

JAKARTA,iNewsMuria id-Kinerja intermediasi perbankan nasional tumbuh positif dengan profil risiko terjaga. Pada Januari 2026, kredit tumbuh 9,96 persen yoy menjadi Rp 8.557 triliun, meningkat dibanding posisi Desember 2025 yang tumbuh 9,63 persen. 

Hal itu dikatakan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (RDKB OJK) 2026 di Menara Radius Prawiro, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/26).

Berdasarkan jenis penggunaan, kredit Investasi tumbuh tertinggi yaitu 22,38 persen, diikuti kredit konsumsi 6,58 persen, sedang kredit modal kerja 4,13 persen. Berdasarkan kategori debitur, kredit korporasi tumbuh sebesar 16,07 persen. Ditinjau dari kepemilikan, kredit bank BUMN tumbuh sebesar 13,43 persen yoy. 

Porsi produk kredit buy now pay later (BNPL) perbankan tercatat 0,32 persen. Per Januari 2026, baki debet kredit BNPL sebagaimana dilaporkan dalam SLIK, tumbuh 20,15 persen yoy (Desember 2025: 19,32 persen yoy) menjadi Rp 27,1 triliun, dengan jumlah rekening mencapai 31,23 juta (Desember 2025: 31,21 juta). 

Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 13,48 persen yoy (Desember 2025: 13,83 persen yoy) menjadi Rp 10.076 triliun, dengan giro, deposito dan tabungan masing-masing tumbuh 19,75 persen, 12,61 persen, dan 8,27 persen yoy. 

Likuiditas industri perbankan pada Januari 2026 tetap memadai, dengan rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) masing-masing 121,23 persen (Desember 2025: 126,15 persen) dan 27,54 persen (Desember 2025: 28,57 persen) dan masih di atas threshold masing-masing 50 persen dan 10 persen. Adapun Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 197,92 persen. 

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio NPL gross 2,14 persen (Desember 2025: 2,05 persen) dan NPL net 0,82 persen (Desember 2025: 0,79 persen). Loan at Risk (LaR) tercatat 9,01 persen (Desember 2025: 8,77 persen). Secara umum, tingkat profitabilitas bank (ROA) 2,49 persen (Desember 2025: 2,53 persen).

"Permodalan (CAR) 25,87 persen (Desember 2025: 25,87 persen), menjadi buffer mitigasi risiko yang kuat di tengah kondisi ketidakpastian global," kata Dian Ediana Rae.

Sementara itu, dalam rangka penegakan ketentuan dan pelindungan konsumen di bidang Perbankan, OJK telah mencabut izin usaha PT BPR Prima Master Bank yang berkantor pusat di Surabaya pada 27 Januari 2026, Perumda BPR Bank Cirebon pada 9 Februari 2026, serta PT Bank Perekonomian Rakyat Kamadana Bali pada 18 Februari 2026.

Terkait pemberantasan judi online yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta bank untuk melakukan pemblokiran terhadap ±32.556 rekening (sebelumnya : ±32.144 rekening) dari data yang disampaikan Kementerian Komunikasi dan Digital, serta melakukan pengembangan atas laporan tersebut dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Identitas Kependudukan serta melakukan Enhance Due Diligence (EDD).​(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut