Logo Network
Network

Angkat Caping Kalo dalam Fashion Show, Ini yang Diharapkan Bupati Kudus

Klasik Herlambang
.
Sabtu, 15 Juli 2023 | 22:38 WIB
Angkat Caping Kalo dalam Fashion Show, Ini yang Diharapkan Bupati Kudus
Para peserta fashion show memeragakan penggunaan caping kalo di Pendopo Kabupaten Kudus (foto: Antara)

KUDUS, iNewsMuria.id - Sebuah fashion show unik digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kudus pada Jumat 14 Juli 2023.

Bertajuk "The Beauty of Caping Kalo Kudus", acara ini digelar sebagai bagian dari pelestarian budaya yakni caping kalo khas Kudus.

Penutup kepala khas masyarakat Kudus ini memang bisa dikatakan sudah nyaris hilang, karena sudah hampir tidak ada warga Kudus yang mengenakannya.

Padahal berbeda dengan topi caping pada umumnya, caping kalo memiliki keunikan yang membuatnya terlihat khas dan tiada duanya.

Dalam acara yang digelar di Pendopo Kabupaten Kudus tersebut, setidaknya ada 30 orang peserta yang mengikuti fashion show.

Sesuai dengan tema yang diangkat, selain mengenakan pakaian adat khas Kudus, para peserta juga memakai topi caping kalo sebagai pelengkap busana mereka.

Bupati Kudus HM Hartopo menyebut bahwa sekitar 50 tahun yang lalu masyarakat Kudus biasa memakai caping kalo dalam berbagai aktifitas.

Namun sayangnya, saat ini salah satu warisan budaya ini mulai dilupakan. Bahkan saat ini bukan hal yang mudah lagi untuk mencari caping kalo. 

"Caping kalo ini adalah salah satu kearifan lokal masyarakat Kudus. Dulu benda ini selalu dipakai dalam berbagai aktifitas. Tapi sekarang semua berubah. Tak hanya dilupakan, caping kalo juga sudah jadi barang yang susah didapat," jelas Hartopo.

Karena itulah, melalui event fashion show ini, diharapkan caping kalo bisa kembali dilestarikan, agar tidak benar-benar punah.

Hartopo pun mendorong diadakannya pelatihan-pelatihan untuk pembuatan caping kalo, agar benda ini tidak lagi susah didapat.

Tapi tentunya yang tak kalah penting adalah pembudayaan kembali penggunaan caping kalo di masyarakat.

"Kita tentunya tak ingin budaya masyarakat Kudus yang khas ini tergerus dan hilang. Makanya saya berharap akan ada banyak pelatihan-pelatihan pembuatan caping kalo, serta tentu yang tak kalah penting adalah pembiasaan memakainya. Sehingga kearifan lokal yang satu ini tetap terjaga," lanjutnya. (*)

Editor : Langgeng Widodo

Follow Berita iNews Muria di Google News

Bagikan Artikel Ini