Cegah Kanker Serviks, 1.015 Warga Grobogan Disuntik Vaksin HPV Hemat Jutaan Rupiah

Arif Fajar
Salah satu peserta vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) yang digelar di Dinkes Grobogan.(Ist)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Kesadaran warga Kabupaten Grobogan terhadap bahaya kanker serviks terus meningkat. Hal ini melihat antusias warga mengikuti program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV).

Data yang diperoleh Selasa (1/9/2026), sebanyak 1.015 peserta terdiri dari ASN hingga masyarakat umum mengikuti program vaksinasi HPV. Seluruh peserta dilaporkan tanpa ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Program ini lahir dari kolaborasi Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN), Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Dinas Kesehatan setempat.

Salah satu daya tarik utama program kolabrorasi ini adalah biayanya yang jauh lebih murah Rp290.000 per dosis dibanding layanan mandiri yang biayanya sekitar Rp 1,5 juta untuk sekali suntik.

"Makanya kami agak kaget, antusiasme warga Grobogan tinggi banget sampai kami harus buka dua batch," ujar Kepala Loka POM Kabupaten Grobogan, Ronald Hatoguan Manik.

Dari segi keamanan, panitia menerapkan kriteria ketat. Perwakilan DPKN, Mulyana, menegaskan peserta yang sedang sakit tidak diizinkan disuntik sampai kondisinya benar-benar pulih. 

Vaksinasi ini diperuntukkan bagi warga berusia 16 tahun ke atas, melengkapi program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang selama ini menyasar anak usia 14 tahun ke bawah.

Untuk mendapatkan perlindungan optimal dari kanker serviks, peserta wajib melengkapi tiga dosis vaksin dengan skema bulan ke-0, ke-2, dan ke-6.

Peserta harus menyelesaikan rangkaian tiga dosis agar mendapatkan perlindungan sesuai skema vaksinasi HPV yang ditetapkan.

Untuk batch pertama peserta yang mendapatkan dosis pertama pada Juni, dosis ketiga dijadwalkan pada Desember 2026. 

Sementara peserta batch kedua akan mendapatkan dosis kedua pada Oktober 2026, kemudian dosis ketiga pada Februari 2027.

Selain melindungi kesehatan perempuan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Loka POM Kabupaten Grobogan yang baru berdiri sekitar empat bulan. 

Lembaga yang membawahi wilayah Grobogan, Blora, dan Rembang ini ingin kehadirannya makin dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Harapannya generasi wanita aman, sehat, dan terhindar dari kanker serviks. Kami juga ingin eksistensi BPOM di wilayah Grobogan, Blora, dan Rembang makin nyata," kata Ronald.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network