Distribusi Air PDAM Grobogan ke Pelanggan Sempat Tersendat, Ternyata Ini Penyebabnya

Arif Fajar
Pekerja tengah melakukan pemeliharaan dan pengurasan Instalasi Pengolahan Air PDAM Grobogan, Kamis (30/7/2026).(Ist)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Pasokan air bersih PDAM Grobogan ke pelanggan di beberapa lokasi di Kecamatan Purwodadi dipastikan mengalami gangguan sementara. 

Hal tersebut terjadi menyusul dilakukannya program pemeliharaan berkala dan pengurasan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Sambak selama dua hari.

Pemeliharaan dan pengurasan IPA tersebut dilakukan oleh Bagian Produksi & NRW sesuai dengan amanat Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. 

“Kegiatan ini dilakukan setelah terjadi penumpukan dan akumulasi lumpur di IPA II Sambak, sehingga mulai memengaruhi kualitas air bersih yang didistribusikan ke masyarakat,” ujar Humas PDAM Grobogan Eko Supriyanto, Kamis (30/7/2026).

Pekerjaan pemeliharaan skala besar ini dilaksanakan mulai Rabu (29/7/2026), mencakup beberapa tahap. Di antaranya pengurasan bak prasedimentasi (intake), pengurasan empat unit bak clearator dan filter serta Sludge Drying Bed (SDB)

Menurut Eko Supryanto, dampak dari pekerjaan pemeliharaan ini dirasakan langsung oleh pelanggan di sebagian Danyang, Toroh, Nambuhan, hingga mengalami penghentian aliran air sementara.

Kendati demikian, lanjut Eko Supriyanto, PDAM Grobogan telah menyusun strategi rekayasa jaringan agar dampak gangguan tidak meluas ke seluruh wilayah cakupan.

"Dari total empat jaringan, pengurasan kami lakukan secara bergilir. Tiga jaringan tetap kami siagakan dihidupkan agar distribusi pasokan air ke wilayah kota tetap terjaga," terang Eko.

Akibat pemeliharaan bergilir ini, kapasitas produksi IPA II Sambak mengalami penurunan sementara dari debit normal 200 liter per detik menjadi 150 liter per detik.

Estimasi Mengalir Kembali

Pihak PDAM Grobogan menargetkan proses pembersihan dapat dipercepat dari estimasi awal tiga hari menjadi dua hari saja, yaitu rampung pada Kamis (30/7/2026).

"Estimasi kami Kamis malam air sudah mulai mengalir kembali ke rumah pelanggan. Sehingga pada Jumat (31/7/2026) aliran PDAM Grobogan dipastikan sudah normal sepenuhnya," papar Eko.

Setelah proses pengurasan rampung, wilayah terdampak seperti Kalongan, Purwodadi, dan Nambuhan akan menerima pasokan air secara bertahap pada malam hari. 

Pelanggan diimbau untuk bersabar karena membutuhkan waktu pemulihan (recovery) pengisian pipa jaringan sekitar 3 hingga 4 jam hingga air mengalir dengan tekanan optimal.

Sebagai informasi, saat ini PDAM Grobogan melayani sekitar 36.900 pelanggan yang tersebar di 17 dari total 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan.

Tersisa dua kecamatan yang hingga kini belum teraliri jaringan air PDAM, yakni Kecamatan Kedungjati dan Karangrayung, akibat belum tersedianya sumber air baku yang memadai di wilayah tersebut.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network