Mahasiswa Politeknik Sahid Jakarta Ciptakan Cookies Berbahan Kulit Pisang di Desa Wisata Berjo

Langgeng Widodo
Pengepakan Cookies Berbahan Kulit Pisang di Desa Wisata Berjo Karanganyar. Foto : Istimewa.

KARANGANYAR,iNewsMuria.id-Inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat kembali lahir dari Desa Wisata Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Seorang mahasiswa Magister Terapan Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid Jakarta, Alex D Santoso, berhasil mengembangkan produk pangan inovatif berupa cookies berbahan dasar kulit pisang yang selama ini dianggap sebagai limbah produksi.

Penelitian tersebut dilakukan di UMKM Minions Winner Sumber Echo Karanganyar, salah satu pelaku usaha pengolahan pisang yang berada di kawasan Desa Wisata Berjo. Melalui riset yang berfokus pada konsep ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat desa wisata, Alex mengubah limbah kulit pisang menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Produk yang dihasilkan berupa Kupis Cookies, cookies inovatif dengan komposisi sekitar 70 persen kulit pisang, yang dipadukan dengan kacang mede dan cokelat sehingga menghasilkan cita rasa unik, bergizi, dan ramah lingkungan.

“Kulit pisang selama ini hanya menjadi limbah yang dibuang begitu saja. Padahal, jika diolah dengan tepat, kulit pisang memiliki potensi besar untuk menjadi bahan pangan yang bernilai ekonomi. Melalui penelitian ini, saya ingin menunjukkan bahwa limbah dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujar Alex D Santoso, Senin (13/07/2026).

Mengurangi Limbah, Meningkatkan Nilai Tambah

UMKM Minions Winner Sumber Echo Karanganyar selama ini dikenal sebagai produsen olahan pisang yang cukup berkembang di kawasan wisata Ngargoyoso. Namun, tingginya volume produksi juga menghasilkan limbah kulit pisang dalam jumlah besar setiap harinya.

Melihat kondisi tersebut, Alex melakukan penelitian untuk mencari solusi yang tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mampu menciptakan produk baru yang memiliki nilai jual tinggi. Hasilnya, kulit pisang yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dapat diolah menjadi bahan utama pembuatan cookies.

Inovasi ini sejalan dengan tren pariwisata berkelanjutan yang mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal serta mengurangi dampak lingkungan.
Disambut Positif oleh Pelaku UMKM
Owner Minions Winner Sumber Echo Karanganyar, Rifal Afandi, mengaku sangat senang dan bangga dengan hasil penelitian tersebut.

“Ini merupakan inovasi yang luar biasa. Selama ini kulit pisang hanya menjadi limbah, tetapi sekarang bisa diolah menjadi produk makanan yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap produk ini dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk unggulan desa,” ungkap Rifal.

Menurutnya, hasil penelitian tersebut membuka peluang diversifikasi produk sekaligus memberikan nilai tambah bagi usaha yang dijalankan.

Memberdayakan 20 Ibu-Ibu Warga Sekitar

Tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, inovasi ini juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini, UMKM Minions Winner Sumber Echo Karanganyar mempekerjakan sekitar 20 orang karyawan, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu warga Desa Berjo dan sekitarnya.

Dengan adanya produk baru berbahan kulit pisang, peluang peningkatan kapasitas produksi dan penyerapan tenaga kerja diharapkan semakin besar.

Alex berharap hasil penelitian ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, UMKM, dan masyarakat mampu menciptakan inovasi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi secara langsung.

Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Desa Wisata Berjo

Sebagai salah satu desa wisata unggulan di Kabupaten Karanganyar, Desa Wisata Berjo memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk-produk kreatif berbasis sumber daya lokal. Inovasi Kupis Cookies diharapkan tidak hanya menjadi produk pangan khas daerah, tetapi juga menjadi daya tarik wisata edukasi yang memperkenalkan konsep pengolahan limbah menjadi produk bernilai.

“Harapan saya, inovasi ini dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Wisata Berjo, memperkuat UMKM lokal, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa wisata lainnya untuk mengembangkan produk berbasis potensi lokal dan prinsip keberlanjutan,” tutup Alex.

Dengan hadirnya Kupis Cookies berbahan 70 persen kulit pisang, Desa Wisata Berjo kembali membuktikan bahwa kreativitas dan kolaborasi dapat mengubah limbah menjadi peluang ekonomi baru yang menjanjikan bagi masyarakat desa.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network