LAMPUNG,iNewsMuria.id-Tiga mahasiswa melakukan aksi jahit mulut menyambut kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Lampung. Selain itu, mereka yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Lampung itu juga membentangkan spanduk dan berorasi.
Sayang, mereka tidak bisa bertemu dengan rombongan presiden, sebab jarak keduanya cukup jauh. Aksi mahasiswa LMND digelar di Bundaran Gajah Bandar Lampung, sementara rombongan presiden di Hotel Novotel menghadiri Munas HIPMI (Himpunan Pengusaha Mebel Indonesia). Meski demikian aksi protes terus berlanjut.
"Aksi jahit mulut ini sebagai simbolis kekecewaan akan situasi yang diakibatkan kekacauan situasi politik dan ekonomi hari ini," kata Koordinator aksi, Josua Sitorus dari LMND Lampung.
Dalam aksi tersebut, LMND Lampung menyampaikan lima tuntutan kepada pemerintah, yaitu :
1. Penerapan pajak kekayaan atau wealth tax bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi. Menurut Josua, ketimpangan ekonomi semakin terlihat karena sebagian besar kekayaan nasional dinilai hanya dikuasai segelintir pihak.
2. Mewujudkan pendidikan yang gratis, ilmiah, dan demokratis bagi seluruh rakyat Indonesia. Mahasiswa menilai besarnya anggaran pendidikan belum sepenuhnya berdampak pada kelompok masyarakat miskin.
3. Mendesak penghentian remiliterisasi ruang sipil. Mereka menilai pelibatan militer dalam berbagai urusan nonpertahanan semakin meluas. Berbagai urusan sipil semakin banyak melibatkan militer. Ruang sipil harus tetap dikelola oleh sipil.
4. Tuntutan keempat terkait kondisi ekonomi nasional, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang dinilai berpotensi memperberat beban subsidi energi akibat tingginya ketergantungan terhadap impor minyak.
5. Mendesak evaluasi terhadap sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
"Kami minta program-program yang memakan anggaran besar, seperti MBG dan KDMP, dievaluasi keberlanjutannya. Pemerintah harus memastikan APBN benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan rakyat," tandasnya.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
