Innalillahi! Balita Laki Laki di Terkesi Tewas Akibat Tenggelam di Saluran Air Depan Rumah

Arif Fajar
Polisi melakukan olah TKP bocah balita laki-laki yang tenggelam di saluran depan rumahnya di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan, Kamis (2/4/2026).(dok.Polsek Klambu)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Kejadian orang meninggal akibat tenggelam kembali terjadi di Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Kamis (2/4/2026).

Kejadian pertama di Desa Jenengan, Kecamatan Klambu pada Kamis pagi dengan korban seorang pemuda berusia 20 tahun. Kejadian kedua menimpa balita di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu.

Korban bocah laki-laki berinisial MAK (3), warga RT 002, RW 001 Desa Terkesi, Kecamatan Klambu. Kronologi balita tenggelam bermuka ketika korban mencuci sepeda di saluran depan rumah.

 Korban sekira pukul 10.00 Wib, mencuci sepedanya didepan rumah bersama dengan kakeknya, Ngatino (55). Tak berapa lama, kakeknya kemudian masuk ke dalam rumah.

Sementara korban dibiarkan bermain di dekat saluran irigasi depan rumah. Kemudian saat Ngatino keluar rumah, ia tidak melihat cucunya yang semula bermain di depan rumah.

Ngatino kemudian segera meminta pertolongan Subekan (40) dan warga setempat untuk mencari keberadaan cucunya yang diduga tenggelam di aliran sungai irigasi.

Kejadian tersebut segera diberitahukan ke Perangkat Desa Terkesi, Bukori (38) yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Klambu

Kemudian piket SPKT, Unit reskrim Polsek Klambu, dan BPBD Grobogan serta warga setempat melakukan pencarian korban di lokasi sungai irigasi.

Sekira 3 jam pencarian, korban MAK akhirnya ditemukan warga sekira 200 meter  dari lokasi awal, atau di sebelah utara jembatan penghubung ikut Dusun Terkesi Selatan.

Korban kemudian dibawa ke rumah duka, tim medis Puskesmas Klambu dan tim Inafis Polres Grobogan kemudian melakukan pemeriksaan jenazah korban.

Menurut Kapolsek Klambu AKP R Enggal Agung, hasil visum luar ditemukan memar di pipi kiri dan kanan korban, namun petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan menerimakan kejadian tersebut sebagai musibah. Kemudian jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

Kepolisian mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya dan melarang jika hendak bermain di sungai atau irigasi, agar kejadian serupa tak terulang kembali.(*)

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network