JEPARA, iNewsMuria.id– Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono didampingi Bupati Jepara Witiarso Utomo mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Bumiharjo, Kecamatan Keling, Jumat (6/3/2026).
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) juga akan segera dibangun untuk melengkapi KNMP yang memang diproyeksikan mendorong peningkatan kesejahteraan nelayan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menuturkan kunjungan ke Bumiharjo ini merupakan rangkaian dari perjalanan kerjanya di berbagai wilayah pesisir. Ia sebelumnya sudah berkeliling mulai dari NTT, NTB, kemudian Jawa Timur, DIY hingga Jawa Tengah pesisir selatan.
"Sekarang ini ke daerah yang paling ujung di utara Jepara,” ujar Trenggono.
Menurutnya, fasilitas yang tersedia di KNMP Bumiharjo sudah cukup dan hampir memenuhi seluruh kebutuhan nelayan.
“Bangunan dan fasilitasnya bagus sesuai dengan harapan nelayan di sini. Saya lihat sebentar saja semuanya sudah mendekati sempurna,” katanya.
Ia juga menyampaikan anggaran pembangunan KNMP bersifat variatif tergantung kelengkapan fasilitas yang tersedia.
“Anggarannya macam-macam. Kalau yang lengkap itu kira-kira sekitar Rp22 miliar. Tapi variatif mulai dari Rp11 miliar, Rp13 miliar, dan paling tinggi Rp22 miliar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai fasilitas penting bagi aktivitas nelayan telah tersedia di kawasan tersebut. Mulai dari pabrik es, cold storage, hingga docking kapal nelayan. Meski demikian, masih ada satu fasilitas yang perlu dilengkapi, yakni Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
“Idealnya memang ada SPBN,” jelasnya.
Trenggono menambahkan, pembangunan SPBN terbuka dan bisa dilakukan berbagai pihak, termasuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Untuk SPBN ini kita buka untuk siapapun. Koperasi juga bisa untuk membangun SPBN. Sebentar lagi insyaallah akan segera kita realisasikan,” tambahnya.
Trenggono berharap KNMP beserta berbagai fasilitasnya bisa meningkatkan kesejahteraan nelayan. Selain itu juga kualitas hasil tangkapan ikan dapat terjaga dengan baik.
“Harapannya nelayan bisa lebih sejahtera. Jadi ikan yang dari sini kualitasnya lebih baik,” katanya.
Saat mengunjungi KNMP Bumiharjo, Menteri Trenggono juga menyampaikan dukungan untuk pengembangan potensi kelautan di Karimunjawa, khususnya sektor budidaya rumput laut.
“Untuk Karimunjawa kita dukung sesuai tematiknya, seperti rumput laut. Nanti kita koordinasi lagi dengan bupati,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Jepara, khususnya melalui pembangunan KNMP di Desa Bumiharjo.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kehadiran KNMP ini menjadi langkah besar untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di Jepara,” ujar Witiarso.
Menurutnya, keberadaan berbagai fasilitas seperti pabrik es, cold storage, hingga doking kapal akan sangat membantu nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan sekaligus meningkatkan nilai jual ikan.
Witiarso juga berharap rencana pembangunan SPBN di kawasan tersebut dapat segera terealisasi sehingga kebutuhan bahan bakar nelayan bisa terpenuhi dengan lebih mudah dan efisien.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jepara siap berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pengembangan potensi kelautan lainnya, termasuk di wilayah Karimunjawa.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat, termasuk dalam pengembangan potensi kelautan di Karimunjawa seperti budidaya rumput laut yang memiliki prospek besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Diketahui, di Jawa Tengah terdapat sedikitnya lima daerah yang terpilih untuk menerima program KNMP. Daerah tersebut meliputi Kabupaten Jepara dengan satu KNMP, Kabupaten Pati satu KNMP, Kabupaten Kebumen satu KNMP, serta Kabupaten Purworejo dengan dua KNMP. (*)
Editor : Arif F
Artikel Terkait
