30 Persen Perkawinan di Jateng Berakhir dengan Perceraian

Langgeng Widodo
Audiensi BP4'Jateng dengan Wagub Taj Yasin, Senin (9/2/2026. (Foto : Humas Pemprov Jateng).

SEMARANG,iNewsMuria.id-Angka perceraian di Jawa Tengah (Jateng) terbilang tinggi. Mengutip data BPS 2024, Ketua BP4 Jateng, Eman Sulaeman membeberkan, angka perceraian sudah setara dengan 30% jumlah pernikahan yang dicatat pada 2024.

"Jumlah itu sangat tinggi, karena mencapai 30 % dari jumlah pernikahan yang tercatat pada tahun 2024. Sedangkan sisanya yang 70%, yang tidak cerai itu, juga belum tentu rumah tangga yang bahagia," ujarnya, usai audiensi dengan wakil gubernur Jawa Tengah Tak Yasin di ruang kerjanya.

Dia mengatakan, salah satu tugas Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) adalah memediasi, advokasi keluarga yang berkonflik, sampai dengan mitigasi dampak negatif perceraian, utamanya kepada anak-anaknya.

Karena itu, pihaknya mendukung gagasan Wagub terkait dengan rencana program kelas calon pengantin (catin). Apalagi BP4, juga memiliki konsultan dan fasilitator yang tersertifikasi.

"Kami memberi apresiasi yang tinggi kepada Pemprov Jateng. Tugas BP 4 sangat selaras dengan tugas pemerintah dalam mempersiapkan rumah tangga untuk membentuk keluarga sakinah," jelasnya.

Dalam audiensi itu, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menyampaikan, permasalahan yang ditangani BP4 yang dinilai sangat krusial dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak pihak. Wagub mengemukakan gagasan agar Pemprov Jateng memiliki program kelas calon pengantin.

"Saya ingin Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki program untuk kelas calon pengantin. Meskipun di tengah keterbatasan anggaran, program ini sangat penting mengingat kompleksnya persoalan yang dihadapi dalam rumah tangga paska pernikahan," beber Gus Yasin.

Kelas catin diharapkan dapat mencegah munculnya persoalan yang memicu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). "BP 4 juga dapat berkolaborasi dengan Kecamatan Berdaya, yang memiliki program paralegal bagi masyarakat terdampak kekerasan dalam rumah tangga."

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Ema Rachmawati menambahkan, Pemprov sudah memiliki sejumlah program dalam menunjang ketahanan keluarga di Jawa Tengah. Antara lain, generasi reproduksi, dan ketahanan keluarga. 

Rencana kelas calon pengantin, kata Ema, juga sudah mengemuka. Meski nantinya akan dilaksanakan secara daring.  Nantinya, dinas akan membuka kelas bagi pasangan yang hendak menikah, sebagai ruang belajar dan konsultasi  agar paham bagaimana berkeluarga. 

"Kami sudah membahas dengan BP4 dan berencana untuk membuka kelas calon pengantin ini meskipun nantinya dilakukan melalui ruang zoom. Karena berkeluarga bukan hanya senang senang saja, tetapi tantangannya sangat berat," jelasnya. 

Adapun materi kelas calon pengantin, kata Ema,  dapat menggunakan modul yang diterbitkan oleh Kementrian Agama. Kelas juga akan menghadirkan konsultan dan fasilitator yang tersertifikasi Mahkamah Agung, antara lain dari BP4 Jateng.

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network