Waduh! Seusai Konsumsi Menu MBG, Delapan Siswa SDN 2 Pulongrambe Tawangharjo Alami Sakit Perut

Arif Fajar
Petugas memeriksa susu di menu MBG yang diduga menyebabkan delapan siswa SDN 2 Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Grobogan sakit, Jumat (30/1/2026). (Istimewa)

GROBOGAN,iNewsMuria.id – Seusai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), delapan siswa SD Negeri 2 Pulongrambe, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah alami sakit, Jumat (30/1/2026).

Dugaan awal para siswa yang harus mendapat perawatan kesehatan tersebut mengalami gejala sakit perut kemudian muntah akibat konsumsi susu yang disajikan di MBG tersebut.

Pada awalnya lima siswa yang mengalami dugaan keracunan setelah konsumsi menu MBG yang ada susu kemasannya. Namun hingga siang, jumlah siswa yang mengalami sakit bertambah tiga orang lagi.

Guna penanganan lebih lanjut setelah para siswa yang mengeluhkan sakit pada perut, mual dan disusul muntah, oleh pihak sekolah kemudian lima anak dibawa ke Puskesmas Tawangharjo dan tiga dirujuk ke RSUD Purwodadi.

Dalam perkembangannya, setelah mendapatkan perawatan oleh tim medis, lima siswa yang dirawat di Puskesmas kondisinya membaik sehingga bisa pulang. Sedangkan di RSUD Purwodadi masih dirawat.

Keterangan yang diperoleh wartawan dari pihak sekolah menyebutkan, para siswa yang mengalami sakit diduga setelah konsumsi susu, berasal dari kelas IV, kelas V, dan kelas VI.

Kejadian bermula ketika para siswa mengeluhkan sakit perut sekira pukul 09.45 WIB, menurut Kepala SDN 2 Pulongrambe, Sutanto, setelah itu disusul muntah.

Dikatakan Sutanto, ada laporan guru, bahwa ada siswa yang merasa sakit perut hingga ada yang muntah. Keluhan tersebut diduga setelah mereka minum susu yang disajikan di menu MBG

"Beberapa siswa mengaku rasa susu yang disajikan di menu MBG tersebut pahit dan langsung dibuang," ungkap Kepala SDN 2 Pulongrambe, Sutanto kepada wartawan.

Ketika melihat siswa yang mengeluh perutnya sakit dan kemudian muntah, lanjutnya, para guru langsung berkoordinasi dengan petugas kesehatan dan akhirnya membawa siswa ke Puskesmas Tawangharjo.

"Salah satu guru saya perintahkan untuk menghubungi ambulan desa untuk mengantar siswa yang sakit ke puskesmas," kata Sutanto.

Dari semula lima siswa dibawa ke Puskesmas, tak lama kemudian bertambah tiga siswa. Dari delapan siswa yang mengeluhkan sakit lima orang sudah diperbolehkan pulang, sedang tiga lainnya dirujuk ke RSUD Purwodadi.(*)

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network