Jateng Sudah Operasikan 14 Sekolah Rakyat, Tampung 1.275 Siswa dengan Sistem Asrama

Fitri Mulia
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Sekolah Rakyat, di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Foto: Sekretariat Presiden

SEMARANG, iNewsMuria - Presiden I Prabowo Subianto secara resmi meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (12/1). Momentum besar ini menjadi sinyal kuat penguatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di seluruh penjuru Indonesia.

Provinsi Jawa Tengah saat ini tercatat telah mengoperasikan 14 Sekolah Rakyat yang tersebar di 12 kabupaten dan kota sejak akhir 2025. Fasilitas pendidikan rintisan tersebut kini telah menampung 1.275 anak didik dari jenjang SD hingga SMA dengan sistem asrama penuh.

“Alhamdulillah dari 1.275 anak itu diasramakan dan semua betah," ucap Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, dalam pernyataannya, dikutip Selasa (13/1/2026). 

Keberhasilan tahap awal ini memicu optimisme pemerintah daerah untuk terus memperluas jangkauan program tersebut ke wilayah lain. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana menambah Sekolah Rakyat di empat kabupaten baru yakni Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang pada tahun 2026. Langkah ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten guna menyambut tahun ajaran baru 2026/2027.

Kepala Dinsos Jateng menegaskan bahwa program ini sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi untuk melakukan intervensi menyeluruh terhadap siswa dan keluarganya. Intervensi tersebut mencakup perbaikan rumah tidak layak huni hingga penyediaan akses listrik dan air bersih bagi keluarga siswa.

“Jadi pemerintah tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan 2, tetapi juga memberikan bantuan untuk memberdayakan keluarganya,” tegas Imam Maskur. Melalui skema Usaha Ekonomi Produktif (UEP), pemerintah berharap ekonomi keluarga siswa dapat bangkit dan mandiri secara finansial.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sebelumnya menyatakan bahwa keberadaan sekolah ini sangat krusial dalam mereduksi angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Kehadiran sekolah asrama ini juga diproyeksikan untuk mendukung Jawa Tengah sebagai pusat industri padat karya melalui pengembangan pendidikan vokasi.

“Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat,” ucap Gubernur dalam sebuah kesempatan di Sekolah Rakyat Terpadu 45 Semarang. Selain aspek akademis, sistem asrama juga ditekankan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan mentalitas mandiri bagi seluruh peserta didik.
 

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network