Pati Lumpuh Usai Diguyur Hujan Lebat, 15 Kecamatan Terendam Banjir

Fitri Mulia
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati kini dilaporkan semakin meluas hingga merendam wilayah di 15 kecamatan. (Foto: iNews Jateng)

PATI, iNewsMuria - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Pati kini dilaporkan semakin meluas hingga merendam wilayah di 15 kecamatan berbeda. Sebanyak 59 desa terdampak parah akibat luapan air yang belum menunjukkan tanda-tanda akan surut hingga Senin siang.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Pati, Suntoro, mengungkapkan bahwa sebaran titik banjir meningkat signifikan dari semula hanya 12 kecamatan. "Wilayah terdampak kini meliputi Pati Kota hingga Sukolilo, dengan total 59 desa yang tergenang air," ujar Suntoro pada Senin (12/1/2026).

Kondisi arus lalu lintas di Jalur Pantura, tepatnya di Desa Widorokandang, terpantau padat merayap akibat genangan air dan aspal yang berlubang. Kendaraan dari arah Pati menuju Rembang maupun sebaliknya harus ekstra waspada saat melintasi titik genangan setinggi 30 sentimeter tersebut.

Sementara itu, Jalan Ahmad Dahlan di pusat kota terpaksa ditutup total karena ketinggian air telah melampaui batas aman bagi kendaraan bermotor. Genangan yang mencapai lebih dari 50 sentimeter di lokasi tersebut membuat pihak kepolisian harus melakukan rekayasa lalu lintas secara terbatas.

Kasat Lantas Polresta Pati, AKP Riki Fahmi Mubarok, menjelaskan bahwa penutupan jalan dilakukan guna melindungi pemukiman warga dari dampak gelombang air kendaraan. "Kami telah melakukan penutupan jalur di Simpang 4 Jago dan Gemeces Timur agar air tidak semakin masuk ke rumah warga," ujar Riki.

Beberapa jalur penghubung antar wilayah seperti jalan Pati-Tayu juga masih terendam air lintasan setinggi 20 sentimeter namun masih bisa dilewati. Petugas di lapangan terus bersiaga untuk mengarahkan pengguna jalan agar mengambil rute alternatif melalui kawasan Alun-alun Pati.

Warga setempat di Desa Widorokandang mulai mengeluhkan kondisi rumah mereka yang sudah terendam banjir sejak hari Minggu kemarin. Pujianto, salah seorang warga, menyebutkan bahwa luapan dari Kali Simo menjadi penyebab utama air merangsek masuk ke permukiman.

Situasi di lapangan hingga saat ini dilaporkan masih cukup mencekam mengingat hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi turun kembali. Masyarakat diimbau untuk selalu memperbarui informasi mengenai titik-titik banjir guna menghindari jebakan macet dan risiko kecelakaan di jalan yang berlubang.
 

Editor : Arif F

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network