GROBOGAN,iNewsMuria.id - Sebuah mortir ditemukan seorang buruh cangkul saat menggarap sawah ikut Lingkungan Gempol Payung, Kelurahan/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Proses evakuasi Mortir 81 Tampela dilaksanakan oleh Tim Harpal (Tim Pemeliharaan Peralatan) dari Kodam IV Diponegoro, dipimpin Kaur Renja Benglat Kodam IV Diponegoro, Kapten Cpl Wasiyo, Kamis (1/1/2026).
Evakuasi disaksikan Dandim Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto, Pasi Intel Kapten Inf Edi Sucipto, Danramil Purwodadi Kapten Inf Miftachul Huda, SPKT, Unit Intelkam Polsek Purwodadi, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Purwodadi.
Penemuan Mortir 81 Tampela dari informasi yang diperoleh menyebutkan, berawal pada Senin 29 Desember 2025, saksi Darmo (60) warga Gempol Payung tengah mencangkul sawah.
Tiba-tiba cangkulnya mengenai benda keras, bentukya seperti botol kecap karena benda itu masih tertutup tanah sawah. Sehingga oleh Darmo benda tersebut hanya ditaruh di tepi sawah.
Mortir 81 Tampela yang ditemukan buruh cangkul dibawa Tim Harpal Kodam IV Diponegoro untuk diteliti, Kamis (1/1/2026). (dok.Pendim 0717 Grobogan)
Senin malam, wilayah Purwodadi guyur hujan sehingga tanah yang menyelimuti benda tersebut terbawa air. Selasa (30/12/2025), pagi ketika Darmo kembali bekerja, ia terkejut melihat benda tersebut.
Benda yang disebutnya bom kemudian disampaikan ke pemilik sawah, Sabar (50) warga Jl Kawuri, Kelurahan Purwodadi. Setelah itu dicek bersama ternyata benar ada benda yang mereka sebut bom.
Kemudian pada Selasa malam, Sabar kemudian menceritakan temuan benda tersebut ke keponakannya bernama Nanang (35) warga Nglejok, Kelurahan Kuripan, Purwodadi.
Setelah dicek dan dipastikan bahwa benda tersebut adalah mortir (bom), Nanang pada Rabu (31/12/2025) melaporkan temuan tersebut ke Polres Grobogan, Polsek Purwodadi dan Koramil Purwodadi.
Petugas kemudian mendatangi lokasi temuan tersebut, dan memastikan bahwa benda tersebut masih ada. Guna mengamankan lokasi, kemudian dipasangi garis polisi.
Baru kemudian Kamis (1/1/2026), Tim Harpal Kodam IV Diponegoro mendatangi lokasi dan mengevakuasi benda yang ternyata Mortir 82 Tampela yang diduga masih aktif. Sehingga dilakukan pengamanan.
Amunisi Mortir 81 Tampela setelah diamankan kemudian dibawa oleh Tim Harpal untuk diteliti dan ditindaklanjuti di Detasemen Peralatan (Denpal) Kodam IV di Ponegoro.
Editor : Arif F
Artikel Terkait
