GROBOGAN,iNewsMuria.id – Dinas PUPR Kabupaten Grobogan mempercepat pekerjaan normalisasi enam sungai yang mengalami sendimentasi tinggi guna mengembalikan lebar alurnya.
Enam sungai tersebut menurut Kepala DPUPR Grobogan melalui Kabid Persungaian dan Embung, Slamet Setiyono berada di enam kecamatan di Kabupaten Grobogan.
Yakni Sungai Deresan (Penawangan), Sungai Daresan (Brati), Sungai Semut (Godong), Sungai Jetak (Toroh), Sungai Madoh (Geyer), dan Sungai Taruman (Klambu).
Pengerjaan normalisasi enam sungai yang mengalami sendimentasi cukup parah tersebut, lanjutnya, juga sebagai upaya percepatan penyerapan anggaran di APBD Perubahan 2025.
"Dari enam sungai yang dilaksanakan normalisasi, empat sudah selesai pengerjaannya. Sedangkan dua lainnya, yakni Sungai Daresan dan Deresan terus dikebut pengerjaannya," ujarnya.
Pekerjaan normalisasi sungai berupa penggalian tanah di alur sungai untuk mengembalikan lebar alur serta mengangkat sedimentasi yang cukup tinggi. Total anggaran untuk paket ini mencapai Rp 1,1 miliar.
Kendati demikian, diakui Slamet, ada sejumlah kendala yang dihadapi saat pengerjaan normalisasi keenam sungai tersebut. Seperti endapan lumpur yang terlalu tinggi, dan akses alat berat yang terbatas.
Tak hanya itu, pada sisi tanggul ada tanaman keras seperti jati dan waru yang ditanam petani, bahkan ada yang sebagian sudah ditanami padi. Sehingga harus koordinasi dengan pihak desa.
Kendati mendapati beberapa kendala, namun sambungnya, seluruh pekerjaan terus dikebut penyelesaiannya. Normalisasi ini sangat mendesak karena pendangkalan mengganggu aliran air dan meningkatkan potensi banjir.
"Untuk warga kami imbau tidak menanam tanaman di sepanjang alur sungai atau tanggul. Mohon dipahami karena ini untuk kepentingan bersama," tambahnya.
Pemkab berharap dengan selesainya seluruh normalisasi ini, aliran air kembali lancar dan risiko banjir di wilayah terdampak dapat ditekan mulai akhir tahun ini.(*)
Editor : Arif F
Artikel Terkait
