Demi Keselamatan Warga, 10 Pos Jaga Pelintasan Kereta Api Baru Dibangun di Grobogan
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Langkah nyata untuk menekan angka kecelakaan di pelintasan kereta api terus dilakukan di Kabupaten Grobogan. Pada tahun 2026 ini, sebanyak 10 pos jaga perlintasan sebidang dibangun untuk meningkatkan keamanan masyarakat yang beraktivitas melintasi rel kereta api.
Dari total 10 pos yang direncanakan, 5 pos jaga telah rampung 100 persen dan sudah beroperasi penuh. Kehadiran pos-pos ini menjadi kabar baik bagi para pengguna jalan yang setiap hari harus melewati perlintasa rel kereta api tanpa palang pintu.
Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Grobogan, Ali Miftahul Muhdlor, lima titik pelintasan kereta api yang sudah rampung ini dibiayai langsung melalui APBD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan dengan total anggaran sekitar Rp 500 juta.
Kelima pos penjagaan pelintasan tersebut telah dilengkapi dengan fasilitas keamanan yang lengkap, lanjut Kasi Lalu Lintas Dihub Grobogan, mulai dari bangunan pos, palang pintu, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga rambu-rambu lalu lintas.
"Lima titik sudah 100 persen dan dioperasionalkan. Paketnya lengkap, mulai pos jaga, palang pintu, penerangan jalan umum (PJU), sampai rambu-rambu," ungkap Ali Miftahul Muhdlor, Selasa (13/10/2026)
Adapun 5 lokasi yang sudah beroperasi secara optimal tersebut berada di Desa Gebangan, Kecamatan Tegowanu, Desa Tungu, Kecamatan Godong, Desa Latak, Kecamatan Godong,
Desa Tunggu, Kecamatan Penawangan, dan Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan
Selain anggaran dari Pemkab Grobogan, lanjut Ali, empat pos jaga lainnya dibangun melalui program Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Keempat titik ini berlokasi di Desa Sambung, Kecamatan Godong, Desa Sedadi, Kecamatan Penawangan, dan Desa Ledokdawan sera Desa Monggot, Kecamatan Geyer.
Meskipun fisik bangunan pos jaga sudah berdiri kokoh, keempat perlintasan ini belum bisa dioperasikan secara penuh. Hal ini sambung Ali, dikarenakan perangkat palang pintu yang rencananya menggunakan sistem semi otomatis masih dalam proses menunggu pasokan.
"Sambil menunggu palang pintu dan penugasan resmi dari petugas PT KAI, pengamanan di lokasi tersebut sementara waktu dibantu oleh warga lokal/masyarakat setempat," kata Ali.
Upaya peningkatan keselamatan ini semakin lengkap dengan adanya tambahan satu titik pos jaga di Desa Monggot, Kecamatan Geyer, yang didukung langsung oleh Daerah Operasi (Daop) 6 PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Pemerintah Daerah berharap kesiapan perangkat palang pintu dan ketersediaan petugas dapat segera rampung secara menyeluruh, sehingga seluruh fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang ini dapat berfungsi optimal demi melindungi keselamatan warga.
Editor: Arif F