Video Viral Perundungan Anak di Wirosari Grobogan, Korban Alami Lebam dan Sempat Tak Masuk Sekolah
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Aksi perundungan anak di saluran irigasi yang sedang mengering di Dusun Beni, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wirosari, videonya viral di media sosial dan mendapat perhatian dari.masyarakat, Sabtu (19/9/2026).
Video viral aksi perundunhan tersebut berdurasi 51 detik. Dalam rekaman yang beredar luas, tampak seorang pelaku melakukan kekerasan fisik terhadap korban hingga terjatuh dan tidak berdaya, sementara beberapa anak lain akhirnya datang untuk melerai.
Kendati videonya viral namun ibu korban, berinisial S, awalnya tidak mengetahui bahwa anaknya mengalami kekerasan. Ia baru curiga saat pulang bekerja dan mendapati anaknya dalam kondisi lemas dan menolak untuk makan.
"Saya tahunya pas pulang kerja kok anak saya lemas... Terus saya tanya, 'Mpun maem le? Ndang maem'. Dijawab emoh," kenang S ketika bertemu wartawan, Sabtu.
S baru mengetahui kejadian yang menimpa buah hatinya sekitar pukul 22.30 WIB setelah melihat video perundungan yang beredar. Sontak, kabar tersebut membuat dirinya kaget, lemas, dan syok hingga mendatangi rumah pelaku.
Akibat aksi kekerasan yang terjadi beberapa hari lalu tersebut, korban harus menghadapi dampak fisik dan psikologis yang cukup berat. Korban mengalami benjolan di kepala, lebam di wajah, mimisan, serta mengeluhkan sakit kepala.
Bahkan akibat aksi perundungan yang dilakukan teman-temannya, korban sempat absen sekolah, atau tidak mengikuti kegiatan belajat selama tiga hingga empat hari, meski kini korban sudah kembali masuk dengan kondisi fisik yang masih dipantau.
Menurut S ibu korban, setelah mengetahui anaknya menjadi korban perundungan, keluarga telah membawanya ke RSUD Ki Ageng Selo Wirosari, dan keluarga kini masih menunggu hasil rontgen lanjutan.
Tidak terima dengan apa yang dialami anaknya, pihak keluarga resmi melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian pada Jumat (18/9/2026), dengan membawa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan.
“Harapannya sekarang semoga pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Saya tidak terima anak saya dipukuli,” tegas S.
Editor: Arif F