Viral, Siswa SDN Tanggirejo Santap MBG Depan Kelas Rusak, Disdik Grobogan Sudah Lapor Kemendikdasmen
GROBOGAN,iNewsMuria.id – Siswa SDN Tanggirejo menyantap Makan Bergizi Gratis atau MBG di depan bangunan ruang kelas dan ruang guru yang atapnya roboh, viral di masyarakat.
Hingga Kamis (23/7/2026) beragam komentar pun dilayangkan masyarakat di media sosial. Untuk diketahui ambronya atap salah satu ruang kelas di SDN Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, terjadi awal 2026.
Data dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Grobogan menyebutkan, pada Januari 2026 diawali dengan roboh atau ambrolnya atap ruang kelas VI SDN Tanggirejo.
Kepala Disdik Grobogan Purnyomo dalam keterangannya mengatakan, setelah kejadian tersebut untuk keamanan murid kelas VI pihak sekolah mengalihkan proses pembelajaran ke ruang perpustakaan.
“Pada bulan yang sama pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut pada Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Tegowanu dan Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Disdik Grobogan,” jelasnya.
Disdik Grobogan kemudian berkoordinasi dengan tim perencana untuk menganalisis kerusakan gedung dan Rencana Anggaran Biaya yang diperlukan untuk perbaikan.
Hasil analisis dan RAB yang telah disusun tim perencana tersebut, menurut Purnyomo digunakan sebagai bahan usulan Revitalisasi Sekolah di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Sehingga SDN Tanggirejo resmi menjadi salah satu dari 66 SD Prioritas yang perlu mendapatkan penanganan revitalisasi dana APBN di Kemendikasmen Tahun Anggaran 2026.
Namun, sambung Purnyomo, belum ada titik terang terkait revitalisasi sekolah dari Kemendidasmen, pada April 2026 atap ruang guru juga ambrol.
Kejadian ini membuat Kepala SDN Tanggirejo, Juwariyah mengambil langkah untuk mengosongkan Ruang Kelas V karena takut terjadi ambrol susulan.
Akibat pengosongan tersebut, pihak sekolah mengatur siasat dengan memanfaatkan Ruang Kelas IV disekat menggunakan triplek untuk ruang belajar Kelas IV dan Kelas V.
Pihak sekolah juga mengatur ruang belajar darurat saat Tahun Ajaran Baru 2026/2027, yakni untuk Kelas VI, untuk sementara waktu belajar di Mushola, Kelas V menempati Ruang kelas IV.
Lalu siswa kelas III dan IV dalam satu kelas yang disekat, Kelas I dan Kelas II menempati satu kelas dengan berbagi waktu (kelas I pagi dan kelas II siang hari), sementara guru dan kepala sekolah menempati ruang perpustakaan.
Menurut Kepala Disdik Grobogan, Purnyomo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Grobogan untuk segera mendapatkan penanganan melalui Dana Tak Terduga (DTT).
“Harapannya revitalisasi sekolah yang telah diusulkan dapat segera direalisasikan demi akses pendidikan yang aman dan nyaman sebagaimana amanat Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026,” tegasnya.
Editor: Arif F