Uniknya Shalat Idul Adha di Kalipepe Land, Jamaah tidak Diminta bersedekah, Justru Menerima Sedekah
BOYOLALI,iNewsMuria.id-Kalau umumnya penyelenggaraan shalat di berbagai tempat selalu tak lepas dari kotak infaq yang diedarkan ke seluruh jamaah, suasana berbeda justru tampak di kawasan wisata Kalipepe Land, Boyolali, pada Rabu 27 Mei 2026.
Di tempat ini, jamaah bukan diminta bersedekah, melainkan justru menerima sedekah berupa uang tunai dan paket snack.
Keunikan itulah yang membuat ribuan warga sejak pagi berbondong-bondong memadati kawasan wisata milik pengusaha kuliner H. Puspo Wardoyo tersebut.
Septyojadi, selaku perwakilan panitia menjelaskan bahwa momentum Idul Adha sengaja dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan kepada masyarakat sekitar.
“Untuk acara shalat Idul Adha ini bukan hanya shalat saja, kita juga membagikan sedekah untuk para jemaah sekitar 2.000-an jemaah. Sedekah tersebut dibagikan dalam bentuk uang tunai dan paket snack,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Tak tanggung-tanggung, setiap jamaah mendapatkan sedekah uang tunai sebesar Rp50 ribu lengkap dengan paket snack.
Yang menarik perhatian, snack tersebut dikemas dalam tas plastik biru berstiker Badan Gizi Nasional (BGN).
Bagi banyak orang, kantong plastik itu tentu sudah tidak asing. Tas tersebut identik dengan wadah menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang biasa diterima anak-anak sekolah.
Ternyata ada alasan tersendiri di balik penggunaan kemasan tersebut. Septyojadi menjelaskan, salah satu unit usaha di bawah naungan Wong Solo Group memang mengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik BGN.
“Pemberian snack yang seperti menu MBG ini tak lepas dari kontribusi dari salah satu unit Wong Solo Group, yang kebetulan mengelola SPPG.
Karena penyelenggaraan shalat Id ini merupakan wujud kolaborasi seluruh anggota Wong Solo Group milik Pak Puspo Wardoyo,” jelasnya.
Namun lebih dari sekadar kemasan unik atau pembagian uang tunai, panitia menegaskan bahwa inti utama kegiatan ini adalah semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi ruh Idul Adha.
“Untuk maknanya di hari Idul Adha ini mungkin ya berbagi. Intinya berbagi untuk setiap karyawan dan setiap warga sekitar,” tandas Septyojadi.
Pelaksanaan shalat Idul Adha di Kalipepe Land juga menghadirkan imam sekaligus khatib Asa Zain Muttaqien.
Dalam khutbahnya, pengasuh Pondok Pesantren Assalam itu menekankan bahwa ibadah kurban bukan hanya ritual penyembelihan hewan, melainkan juga sarana membangun kesalehan sosial.
“Kurban menuntun kita untuk meningkatkan kesalehan sosial dengan berbagi kepada sesama, terutama yang membutuhkan,” tegasnya.
Bagi H. Puspo Wardoyo, semangat berbagi memang sudah menjadi bagian dari budaya usaha yang dijalankan selama ini. Melalui Wong Solo Group, ia secara konsisten menyisihkan sebagian keuntungan perusahaan untuk berbagai kegiatan sosial dan amal.
Bahkan, sekitar 30 persen keuntungan perusahaan disebut rutin dialokasikan untuk kegiatan berbagi kepada masyarakat.
“Saat diberi kemampuan oleh Allah, maka wajib bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang kekurangan. Dan Idul Adha mengajarkan kita tentang kesalehan sosial, tentang kepedulian terhadap mereka yang kurang mampu di sekitar kita,” ungkap Puspo Wardoyo dalam sebuah kesempatan.
Editor: Arif F