Miris! Diguyur Hujan Deras, Atap Dua Ruangan SDN 2 Mlilir Gubug Grobogan Ambrol
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Minggu (17/5/2026) malam mengakibatkan atap dua ruangan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Mlilir, Gubug ambrol.
Informasi yang diperoleh, Senin (18/5/2026), tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kondisi sekolah sedang sepi dan tidak ada aktivitas belajar-mengajar.
Kondisi kerusakan cukup parah. Atap ruang Kepala Sekolah ambrol hingga rata dengan tanah, sementara atap ruang kelas 6 mengalami roboh sebagian.
Kepala SDN 2 Mlilir, Sulaeman, menjelaskan bahwa runtuhnya bangunan tersebut dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur sejak malam hari. Faktor usia bangunan dan minimnya perawatan memperparah struktur atap sekolah.
"Kondisi bangunan ini sudah hampir tujuh tahun. Kayu penyangga atapnya ternyata sudah lapuk dimakan rayap, sehingga tidak kuat menahan beban saat diguyur hujan deras," ujar Sulaeman kepada wartawan, Senin (18/5/2026).
Sulaeman menambahkan, ruang kelas 6 tersebut sebenarnya baru saja digunakan oleh para siswa untuk melaksanakan ujian pada Sabtu paginya.
Beruntung, karena ujian telah selesai dan peristiwa terjadi pada Minggu malam, para siswa terhindar dari bahaya reruntuhan.
"Untuk sementara waktu, siswa kelas 6 terpaksa menjalani kegiatan belajar di luar kelas. Sementara, barang-barang di ruang Kepala Sekolah yang selamat, dievakuasi ke ruang guru," jelas Sulaeman.
Dalam kejadian tersebut, selain merusak struktur bangunan, material atap yang ambrol juga menimpa dan merusak sejumlah fasilitas sekolah.
Adapun fasilitas sekolah yang rusak berupa, dua unit komputer sekolah. alat edukasi siswa, area parkir kendaraan milik para guru. Sedang ruangan lain terancam ambrol.
Sulaeman mengungkapkan bahwa ruang kelas 1 dan kelas 5 saat ini juga berada dalam kondisi rawan ambrol karena kayu penyangganya mulai lapuk dimakan rayap.
Pihak sekolah mengaku telah mengusulkan perbaikan ruang kelas ke dinas terkait sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, hingga dua ruangan tersebut akhirnya ambrol, belum ada realisasi.
Pihak sekolah sangat berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera memperbaiki bangunan yang rusak. Agar aktivitas belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal. (*)
Editor : Arif F