Pekerja Migran Indonesia Asal Grobogan Dikabarkan Meninggal di Taiwan
GROBOGAN,iNewsMuria.id - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Grobogan dikabarkan meninggal di Taiwan. Kepulangan jenazah PMI tersebut hingga Selasa (7/4/2026) belum ada kejelasan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Grobogan Teguh Harjokusumo mengatakan, PMI yang meninggal di Taiwan berangkat secara mandiri.
"PMI yang meninggal di Taiwan atas nama Archi Xaviera (24). Dari data yang kami terima, yang bersangkutan merupakan warga Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, Grobogan," jelasnya.
Archi diketahui sebelumnya berangkat ke Taiwan untuk bekerja di pabrik, melalui perusahaan pengerah tenaga kerja. Namun lanjut Teguh, pihaknya masih menelusuri perusahaan tersebut.
Karena setelah keberangkatannya melalui perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) dan bekerja di Taiwan, yang bersangkutan setelah masa kontrak habis (3 tahun), kembali berangkat secara mandiri.
"Karenanya kita masih menelusuri perusahaan yang pertama memberangkatkan, untuk memastikan bahwa perusahaan tersebut benar-benar memberangkatkan Archi,"ujar Teguh.
Sementara terkait kepulangannya, Teguh mengatakan Disnakertrans Grobogan terus berkoordinasi dengan
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Semarang.
Tujuannya untuk mendapatkan kepastian notifikasi kepulangan jenazahnya dari Taiwan ke Indonesia. Saat ini Disnakertrans Grobogan, sambungnya, baru sebatas memastikan identitas sesuai KK dan KTP.
Selain itu kepada keluarga korban, lanjut Teguh, kita juga menyampaikan untuk mempersiapkan data dari PMI tersebut jika nantinya ada petugas dari BP2MI dan Kementerian P2MI yang datang ke rumah Archi.
Nanti menurut Teguh, mungkin akan disampaikan hak-hak yang akan diterimakan korban. Jadi pihaknya masih menunggu terkait informasi dari kementerian maupun BP2MI,
"Terkait penyebab kematian, untuk sementara waktu tidak sakit hanya dia jatuh pingsan pada saat bekerja. Untuk kepastian penyebabnya masih belum tahu menunggu visumnya juga," pungkas Teguh.
Editor : Arif F