get app
inews
Aa Text
Read Next : Pastikan Konstruksi Kokoh dan Aman, Danramil Purwodadi Pantau Pembangunan Dua Jembatan Garuda

NU Care-LAZISNU Tanggungharjo Luncurkan Aplikasi KOIN Digital, Wujud Transparansi Keuangan Umat

Sabtu, 04 April 2026 | 14:27 WIB
header img
Peluncuran aplikasi KOIN Digital dari NU Care-LAZISNU Kecamatan Tanggungharjo, Grobogan, Jumat (3/4/2026) malam.(Ist)

GROBOGAN,iNewsMuria.id - Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) atau NU Care-LAZISNU Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, melakukan terobosan dalam keterbukaan publik. 

NU Care-LAZISNU resmi meluncurkan sistem akses keuangan berbasis aplikasi dan website guna memastikan pengelolaan dana umat dilakukan secara profesional dan akuntabel.

Masyarakat kini dapat memantau langsung arus keuangan melalui laman resmi upzisnu-tanggungharjo.netlify.app, di mana aplikasi resminya juga tersedia untuk diunduh.

Ketua Syuriah sekaligus pengelola Pondok Pesantren Bustanul Arifin, Gus Syihab, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari kolaborasi bersama jemaah yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi.


Aplikasi KOIN Digital dari NU Care -LAZISNU Tanggungharjo, Grobogan.(Ist)

 

"Masyarakat, khususnya warga NU di Kecamatan Tanggungharjo, kini bisa melihat langsung saldo masuk, pengeluaran, hingga peruntukannya secara real-time. Semua bisa diakses melalui ujung jari," ujar Gus Syihab saat peluncuran, Sabtu (4/4/2026).

Menariknya, kemudahan akses ini tidak terbatas bagi warga lokal saja, melainkan dapat dipantau oleh masyarakat dari seluruh dunia. Penyaluran dana mencakup berbagai program sosial.

Seperti, santunan yatim piatu dan kaum duafa, bantuan kematian (tanpa memandang agama dan kepercayaan), subsidi langsung bantuan khitan sebesar Rp150.000.

"Santunan tak hanya untuk kaum muslim saja. Untuk non-muslim yang tertimpa bencana dan kematian juga kita berikan. Semua laporannya melampirkan bukti foto penerima manfaat," tegasnya.

Momentum peluncuran aplikasi KOIN Digital ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan rutin Malam Lailatul Ijtima’ yang diselenggarakan oleh Pengurus Ranting NU Desa Tanggungharjo di Masjid Baitul Makmur, Dukuh Bonggo, Jumat (3/4/2026) malam.

Pengurus Ranting NU menegaskan bahwa langkah digitalisasi ini selaras dengan prinsip NU: tawasuth (moderat), tawazun (seimbang), dan tasamuh (toleran).

"Digitalisasi ini bukan sekadar gaya-gayaan. Kami ingin pengelolaan dana KOIN NU semakin profesional dan menjangkau generasi muda," tutur Gus Syihab.

Pengurus UPZISNU Tanggungharjo memaparkan tiga alasan utama mengapa langkah ini menjadi titik balik kemajuan organisasi, ada beberapa alasan.

Yakni transparansi realtime sehingga meningkatkan kepercayaan (trust) para donatur karena perolehan dana terpampang nyata. Lalu meminimalisir risiko kehilangan uang tunai atau kesalahan penghitungan manual di lapangan.

Alasan lainnya, lanjut dia, adalah aksesibilitas bagi perantau karena warga Tanggungharjo yang merantau tetap bisa berkontribusi membangun kampung halaman melalui sistem QR yang disediakan.

Agar program ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat, Gus Syihab berencana melakukan sosialisasi masif melalui masjid hingga RT dan RW. Ke depannya, sistem pelaporan penerima manfaat juga akan melibatkan pengurus di tingkat paling bawah.

“Ini adalah langkah kecil menuju pengelolaan yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional NU. Semoga kepercayaan masyarakat semakin kuat,” pungkasnya.(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut