Tinggi Minat Jadi Anggota Polri Diktuk Taruna dan Bintara Lewat Polres Grobogan, Ini Jumlahnya
GROBOGAN,iNewsMuria.id – Animo mendaftar menjadi anggota Polri cukup tinggi. Apalagi proses pendaftaran dan verifikasi calon peserta seleksi penerimaan yang digelar Polres Grobogan masih berjalan.
“Total pendaftar online penerimaan terpadu Polri Tahun Anggaran 2026 saat ini sebanyak 227 orang, terdiri dari 190 pria dan 37 wanita,” jelas Kabag SDM Polres Grobogan Kompol Lamsir, Sabtu (28/3/2026).
Kompol Lamsir menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah pendaftar yang telah melakukan registrasi secara daring terus mengalami peningkatan.
Dari jumlah pendaftar 227 tersebut, menurutnya sebanyak 149 peserta telah berhasil melewati tahap verifikasi, dengan rincian 126 pria dan 23 wanita.
Kabag SDM Polres Grobogan mengatakan rincian pendaftar berdasarkan pendidikan pembentukan (diktuk), untuk Taruna/Taruni Akpol tercatat ada 14 pendaftar online, dengan 7 peserta telah terverifikasi.
Sementara itu, untuk Bintara PTU berkualifikasi SPKT menjadi yang paling diminati, dengan jumlah pendaftar online mencapai 195 orang, dan 132 di antaranya telah terverifikasi.
Pada kategori Bintara Polair, terdapat 1 pendaftar yang juga telah dinyatakan terverifikasi. Sedangkan untuk Bintara berkualifikasi Intelijen, tercatat 12 pendaftar online, dengan 8 peserta telah lolos verifikasi.
Kemudian untuk jalur Tamtama Brimob, terdapat 5 pendaftar online, dan 1 peserta telah terverifikasi.
Kendati demikian lanjut Kompol Lamsir, ada sejumlah formasi yang belum ada pendaftarnya hingga Sabtu (28/3/2026) seperti formasi Bakomsus.
Formasi itu meliputi bidang gizi, peternakan, penyidik, teknik sipil, perikanan, perkebunan, pertanian, tenaga pendidik, humas, musik, hingga tenaga kesehatan, serta Bintara Akuntansi dan Tamtama Polair.
Kabag SDM Polres Grobogan mengatakan pendaftaran akan ditutup pada Senin (30/3/2026) sehingga masih ada kesempatan untuk generasi muda mendaftar seleksi anggota Pori.
Kendati demikian, Kompol Lamsir mengingatkan agar tidak percaya pihak yang ingin mencari keuntungan dengan menjanjikan kelulusan dalam pendaftaran anggota Polri.
“Proses seleksi penerimaan Polri dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) serta kecurangan,” tegasnya.
Editor : Arif F