get app
inews
Aa Text
Read Next : Mensos Sebut BLT Rp300 Ribu Oktober 2025 Sudah Cair! Masyarakat Bisa Cek Langsung!

Ini Kata Mensos Soal Beda Data Ribuan Peserta PBI JK BPJS Kesehatan yang Dinonaktifkan

Selasa, 10 Februari 2026 | 01:50 WIB
header img
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). (Foto: ist)

JAKARTA, iNewsMuria - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul memberikan klarifikasi terkait perbedaan data jumlah peserta PBI JK yang dinonaktifkan. Perbedaan angka ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut nasib para pasien pengidap penyakit kronis yang sangat membutuhkan bantuan iuran pemerintah.

Dalam rapat bersama pimpinan DPR RI di Senayan, Gus Ipul mengungkapkan bahwa ketimpangan data tersebut terjadi akibat adanya proses validasi ulang yang dilakukan instansinya. Data Kementerian Kesehatan mencatat ada 120.472 peserta kronis yang dinonaktifkan, sedangkan catatan Kementerian Sosial hanya menunjukkan angka 106 ribu jiwa.

Perbedaan angka yang mencapai belasan ribu orang tersebut rupanya disebabkan oleh pembersihan data peserta yang diketahui telah meninggal dunia. "Data kami 106 ribu itu adalah setelah kita sesuaikan dengan yang meninggal," ujar Gus Ipul saat menjelaskan duduk perkara di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Gus Ipul menegaskan bahwa Kemensos terus melakukan penelusuran mendalam terhadap status terkini para peserta jaminan sosial tersebut secara berkala. Validasi ulang ini dilakukan agar alokasi anggaran negara tepat sasaran dan tidak mengalir ke individu yang sudah tidak berhak atau telah tiada.

Pihak Kemensos mengklaim bahwa selisih dari angka 120 ribu ke 106 ribu tersebut murni merupakan hasil verifikasi faktual di lapangan. "Jadi 120 ribu itu kemudian kita cek ulang dan tinggal 106 ribu setelah kita lakukan penelusuran yang meninggal," terang mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

Lebih lanjut, Gus Ipul memaparkan bahwa sistem jaminan sosial di Indonesia memang memiliki karakter yang sangat dinamis dan pergerakannya terpantau setiap waktu. Menurutnya, fluktuasi data adalah hal yang wajar terjadi karena berbagai peristiwa sosial kemasyarakatan yang berlangsung setiap harinya di seluruh wilayah.

Segala faktor seperti kelahiran, kematian, perpindahan domisili, hingga perubahan status ekonomi masyarakat menjadi variabel yang memengaruhi keakuratan data jaminan kesehatan. "Setiap hari ada yang meninggal, lahir, menikah, hingga ada yang naik kelas atau turun kelas ekonomi, ini sangat krusial," tegas Gus Ipul.
 

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut