get app
inews
Aa Text
Read Next : Tiga Siswa SDN 2 Pulongrambe Yang Sakit Setelah Konsumsi MBG, Sudah Pulang Dari RSUD Purwodadi

Peluncuran Biografi H Abdullah Marzuki : Visi Luhur Sang Pelopor

Kamis, 29 Januari 2026 | 19:59 WIB
header img
Peluncuran Biografi bertajuk Visi Luhur Sang Pelopor di Solo, Kamis (29/1/2026). Foto : Langgeng Widodo.

SOLO,iNewsMuria.id-"Cucu-cucuku, eyang menyerahkan buku ini sebagai simbol untuk kalian ambil nilai-nilai luhur yang diwariskan eyang Abdullah. Tugas kalian adalah meneruskan semangat dan visi eyang untuk mengembangkan Tiga Serangkai Group ke depan. Semoga Allah meridhoi setiap langkah yang kalian tempuh."

Begitu pesan Hj. Siti Aminah Abdullah kepada para cucu sebelum menyerahkan buku biografi H Abdullah Marzuki berjudul "Visi Luhur Sang Pelopor, Jejak Karya Pendiri Tiga Serangkai untuk Pendidikan Indonesia" pada para cucu, mengawali peluncuran buku di kantor penerbit PT Tiga Serangkai Solo, Kamis (29/01/2026).

Selain Hj. Siti Aminah Abdullah, istri mendiang H Abdullah Marzuki sekaligus Presiden Komisaris PT Tiga Serangkai Inti Corpora, dalam kesempatan itu hadir pula CEO PT Tiga Serangkai Group Dr Eny Rahma Zaenah, anak, menantu, cucu, jajaran karyawan PT Tiga Serangkai Group, serta para kolega. Acara peluncuran berjalan lancar, meriah bercampur haru.

Buku yang ditulis penulis kondang Albertini Endah itu mengisahkan perjalanan H Abdullah Marzuki, baik perjalanan spiritual maupun perjalanan bisnis, yang membangun bisnis Tiga Serangkai, dari semula penerbit buku kecil di Solo, kini telah menjadi raksasa bisnis di berbagai bidang, termasuk lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, pondok pesantren, toserba, dan lain sebagainya.

Sebelum menulis buku biografi tersebut, Albertini Endah melakukan riset, berkunjung ke Pacitan Jawa Timur, dimana Abdullah Marzuki lahir, tumbuh, dan berkembang, sebelum hijrah ke Kota Solo untuk mengadu nasib. Tidak lupa, mewancarai keluarga dan kolega, serta teman masa lalu di waktu kecil.

"Hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah buku, tapi momen bagi kita untuk merefleksikan kembali 'ruh' dan nilai-nilai yang menjadi fondasi berdirinya Tiga Serangkai Group," kata CEO PT Tiga Serangkai Group Dr Eny Rahma Zaenah, ketika memberi sambutan.

Lebih lanjut Dr Eny mengatakan, buku biografi ini mencatat perjalanan hidup seorang Murrabi, seorang guru Sekolah Dasar, seorang yang sangat visioner, yaitu ayahanda Bapak Haji Abdullah Mardzuki. Beliau bukan hanya pendiri sebuah perusahaan penerbitan, melainkan seorang pejuang pendidikan yang memiliki keyakinan kuat bahwa bangsa ini hanya bisa maju melalui literasi dan akhlak yang mulia.

Visi beliau melampaui zamannya. Di saat tantangan pendidikan begitu besar, beliau hadir sebagai pelopor yang membawa solusi agar akses terhadap ilmu pengetahuan menjadi lebih luas bagi seluruh anak bangsa. Dengan strategi yang cerdas dan kolaborasi yang beliau bangun mengajarkan kami sebuah konstruksi akan indahnya harmoni dalam kinerja besar.

"Bagi kami yang kini mengemban amanah di Tiga Serangkai, buku ini adalah kompas sekaligus road map keberlanjutan perusahaan ini. Saya ingin mengajak para Direksi, Manajer, dan juga tim yang lain untuk tidak sekadar membaca lembaran lembarannya, tapi menyelami nilai-nilai integritas, kegigihan, dan keikhlasan yang beliau wariskan. Yang menjadi legacy kita semuanya," kata Dr Eny.

Menurut Dr Eny, warisan Haji Abdullah Mardzuki bukan hanya gedung atau mesin cetak, di atas semua itu adalah semangat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Beliau memulai semuanya dengan keterbatasan, namun menang karena keberanian. Maka, tidak ada alasan bagi kita untuk gentar menghadapi perubahan zaman.

"Bagi saya sebagai penerus generis kedua, hendaknya juga memberikan sebuah karya yang baru. Maka lahirlah Tiga Serangkai University sebagai ultimate achievement Tiga Serangkai Group. Karena jika TS dikenal dalam pencetakan buku, maka hal ini bisa membawa nama Tiga Serangkai di kancah nasional.  Namun jika bentuknya Universitas, maka roadmapnya akan menjadi lebih luas yaitu secara internasional," jelasnya.

"Saya sebagai generasi kedua akan terus melanjutkan visi Bapak Haji Abdullah Marzuki untuk terus menumbuhkembangkan amal usaha yang diamanahkan kepada kami. Mengutip pesan tersirat dari perjalanan hidup Bapak Haji Abdullah Mardzuki, izinkan saya menyampaikan pesan : Visi tanpa eksekusi adalah mimpi, tapi eksekusi tanpa visi adalah tragedi."(*)

Editor : Arif F

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut